Ribuan Driver Ojol Akan Unjuk Rasa Tuntut Keadilan Usai Dilindas Brimob
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
29 Agt 2025
283 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pentingnya keadilan bagi pengemudi ojek online yang menjadi korban.
Tindakan kepolisian harus diawasi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.
Aksi solidaritas dari komunitas ojek online menunjukkan kesatuan dalam menghadapi masalah.
Pada tanggal 28 Agustus 2025, seorang driver ojek online menjadi korban dilindas mobil taktis milik Brimob di Jakarta. Kejadian ini mengejutkan dan membuat banyak pengemudi ojol merasa dirugikan dan tidak aman selama menjalankan pekerjaan mereka.
Sebab itu, pada Jumat siang 29 Agustus 2025, ribuan pengemudi ojek online dari berbagai daerah berencana menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kwitang, dekat Mako Brimob, sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan.
Kelompok UCR Bergerak 177, yang mewakili para driver, mengecam keras tindakan oknum polisi yang tidak pantas tersebut. Mereka menilai kejadian ini sebagai pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kewenangan yang tidak bisa ditolerir.
Selain mengutuk tindakan itu, URC juga meminta agar oknum pelaku segera ditangkap, diadili, dan dibebastugaskan dari kepolisian karena merusak nama baik institusi dan menggoreskan luka keadilan di masyarakat.
URC pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan mengimbau para driver yang ikut aksi agar menjaga diri dan mewaspadai eskalasi serta campur tangan dari berbagai pihak selama unjuk rasa berlangsung.
Analisis Ahli
Widodo Supriyanto (Dosen Hukum Pidana)
Tindakan mengemudi kendaraan taktis dengan tidak hati-hati hingga menyebabkan korban adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan yang harus diusut secara tegas dan transparan agar penegakan hukum tetap dipercaya.Siti Aisyah (Aktivis HAM)
Kasus ini menunjukkan perlunya reformasi dan pengawasan ketat terhadap tindakan aparat kepolisian agar tidak terjadi diskriminasi terhadap kelompok rentan seperti driver ojol.

