Pasar IPO Bangkit Lagi: Kesempatan dan Risiko Investasi Perusahaan Baru
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Agt 2025
259 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar IPO menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan beberapa debut yang sukses.
Investasi di IPO memiliki risiko, dan tidak semua perusahaan akan berhasil dalam jangka panjang.
Pendekatan melalui ETF dapat membantu mengurangi risiko sambil tetap memberikan peluang keuntungan.
Pasar IPO sedang mengalami kebangkitan setelah dua tahun mengendur karena kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas di pasar. Beberapa perusahaan teknologi dan kripto baru yang melantai bursa menunjukkan performa awal yang kuat, mengembalikan minat investor pada saham perusahaan yang baru saja go public.
Di tahun 2020 dan 2021, aktivitas IPO sempat melonjak pesat karena suku bunga yang sangat rendah dan melimpahnya likuiditas. Namun ketika The Fed mulai menaikkan suku bunga, pasar IPO langsung melemah dan banyak perusahaan menunda rencana penawaran umum sahamnya.
Perusahaan seperti Figma dan Circle sukses melantai bursa dengan kenaikan harga saham yang signifikan pada hari pertama. Namun volatilitas tetap terjadi di bulan-bulan berikutnya dengan beberapa saham bahkan turun signifikan dari harga debutnya. Hal ini mengingatkan investor bahwa berinvestasi di IPO yang belum lama melantai mengandung risiko tinggi.
Beberapa IPO besar yang dinanti-nanti seperti Gemini, Klarna, dan StubHub akan ikut menentukan arah pasar ke depan. Selain itu, adanya rencana IPO dari Fannie Mae dan Freddie Mac yang bisa menjadi IPO terbesar dalam sejarah Amerika Serikat menarik perhatian luas.
Bagi investor yang ingin mengurangi risiko sekaligus ikut merasakan potensi keuntungan dari IPO, ada solusi dengan memilih reksa dana berbasis ETF khusus IPO seperti Renaissance IPO ETF dan First Trust US Equity Opportunities ETF yang terdiri dari kumpulan saham IPO terbesar dan terlikuid di pasar.
Analisis Ahli
Grant Thornton (financial advisor)
ETF IPO memberikan cara yang cerdas untuk mengakses potensi pertumbuhan perusahaan baru sembari mengelola risiko volatilitas tinggi yang biasa terjadi pada saham IPO langsung.