Laba Meituan Merosot Tajam Karena Perang Harga Pengiriman Instan
Finansial
Perencanaan Keuangan
27 Agt 2025
29 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meituan mengalami penurunan besar dalam keuntungan akibat perang harga di pasar.
Peningkatan biaya operasional dan pengeluaran pemasaran berdampak negatif pada profitabilitas Meituan.
Persaingan ketat dengan perusahaan seperti Alibaba dan JD.com memperburuk kondisi finansial Meituan.
Meituan, perusahaan layanan on-demand asal Cina, melaporkan penurunan laba bersih yang sangat besar pada kuartal kedua tahun ini. Laba bersih hanya mencapai 365 juta yuan, jauh di bawah 11,4 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu, yang menunjukkan adanya tekanan besar dalam bisnisnya.
Pendapatan Meituan memang naik menjadi 91,8 miliar yuan, namun angka ini masih lebih rendah dari perkiraan para analis yang mengharapkan 93,7 miliar yuan. Hal ini disebabkan oleh persaingan ketat dengan perusahaan besar lain seperti Alibaba dan JD.com dalam layanan pengiriman cepat.
Segmen perdagangan lokal yang biasa menjadi sumber pendapatan utama melambat drastis. Laba operasi di segmen ini turun sebanyak 75,6 persen akibat adanya kompetisi harga yang dianggap tidak rasional oleh Meituan. Margin keuntungan di segmen ini juga menurun secara signifikan.
Perusahaan juga mengeluarkan biaya lebih besar untuk menghadapi kompetisi tersebut. Biaya pendapatan naik 27 persen karena insentif untuk kurir meningkat tajam, sementara biaya pemasaran naik 51,8 persen dan investasi riset dan pengembangan naik 17,2 persen.
Akibat hasil keuangan yang mengecewakan ini, saham Meituan di Hong Kong turun sebesar 3 persen pada hari pengumuman laporan keuangan. Kondisi ini menandai tantangan besar yang harus dihadapi Meituan ke depannya dalam menjaga profitabilitasnya.
Analisis Ahli
Anita Zhang (Analis Pasar Teknologi)
Persaingan sengit dalam layanan pengiriman cepat di Cina memang mendorong perusahaan untuk meningkatkan biaya, yang akhirnya menggerus keuntungan. Meituan harus mengadopsi strategi inovasi dan efisiensi untuk mengatasi tekanan biaya ini.

