Hesai Siapkan Penjualan Saham di Hong Kong Meski Diwarnai Kontroversi Militer
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Agt 2025
76 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Hesai Group berencana untuk melakukan IPO di Hong Kong dengan jumlah saham yang signifikan.
Perusahaan ini menghadapi tantangan reputasi terkait dengan label 'Perusahaan Militer China'.
Hesai berkomitmen untuk menjauhkan diri dari hubungan dengan militer dan fokus pada produk sipil.
Hesai Group, perusahaan asal Shanghai yang paling dikenal sebagai produsen sensor Lidar otomotif terbesar di dunia, telah mendapat izin dari China Securities Regulatory Commission untuk menawarkan hingga 51,24 juta saham baru di bursa saham Hong Kong.
Meski belum diumumkan secara resmi, laporan Bloomberg memperkirakan perusahaan berencana mengumpulkan sekitar 300 juta dolar AS lewat penawaran saham perdana ini, yang rencananya dapat dilakukan secepatnya pada bulan depan.
Pengajuan untuk IPO dilakukan secara rahasia guna menghindari reaksi pasar yang mungkin tidak stabil, sementara saham Hesai di Nasdaq sudah menunjukkan kenaikan harga lebih dari 14 persen pada hari pengumuman, membuktikan optimisme pasar terhadap perusahaan ini.
Tahun lalu, Hesai masuk dalam daftar 'Perusahaan Militer China' oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran di kalangan investor dan publik. Namun, perusahaan membantah keras memiliki hubungan apa pun dengan militer dan menyatakan tidak menjual produknya ke militer manapun.
Dengan penggalangan dana ini, Hesai berharap dapat memperkuat posisinya dalam industri teknologi Lidar global, sambil berusaha mengatasi tekanan regulasi dan politik yang muncul dari tuduhan keterkaitan militer yang beredar tahun lalu.
Analisis Ahli
Analis Keuangan Asia
IPO ini menunjukkan optimisme pasar terhadap teknologi Lidar, tetapi investor harus waspada terhadap risiko kebijakan internasional yang dapat mempengaruhi harga saham Hesai.Pakar Hubungan Internasional
Tuduhan keterkaitan militer terhadap perusahaan teknologi China bukan hanya isu bisnis, tapi juga gambaran ketegangan geopolitik yang bisa berdampak pada operasi internasional Hesai.
