Asidifikasi Laut Membuat Gigi Hiu Jadi Rapuh dan Berisiko Rusak
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Agt 2025
280 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengasaman laut dapat merusak gigi hiu meskipun mereka dapat mengganti gigi mereka.
Dampak perubahan iklim dapat menyebar ke seluruh ekosistem laut, mempengaruhi predator dan mangsa.
Menjaga pH laut yang stabil sangat penting untuk kesehatan spesies laut dan ekosistem secara keseluruhan.
Gigi hiu sangat penting dalam membantu mereka menangkap dan memakan mangsa. Hiu memiliki kemampuan unik untuk mengganti giginya secara terus-menerus sepanjang hidup. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat memengaruhi kekuatan gigi mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Heinrich Heine University Düsseldorf, Jerman, fokus pada pengaruh asidifikasi laut—penurunan pH akibat peningkatan CO2 yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Air laut yang menjadi lebih asam dapat menyebabkan gigi hiu menjadi lebih rapuh dan mudah rusak.
Dalam percobaan, gigi hiu Blacktip reef shark yang sudah tidak hidup direndam dalam air dengan dua tingkat pH berbeda selama delapan minggu. Gigi yang berada dalam air lebih asam menunjukkan retak, lubang, dan kerusakan pada struktur giginya, yang bisa membuat gigi tersebut lebih mudah patah.
Meski gigi hiu bisa diganti dengan cepat, kerusakan berulang akibat air laut yang lebih asam bisa mengancam kemampuan mereka untuk berburu. Hal ini bisa memengaruhi populasi hiu secara keseluruhan dan menyebabkan gangguan pada ekosistem laut.
Studi ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga pH laut agar tetap dekat dengan kondisi saat ini agar predator laut seperti hiu dapat mempertahankan kemampuan mereka, yang pada akhirnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dari kerusakan akibat perubahan iklim.
Analisis Ahli
Maximilian Baum
Gigi hiu yang terbuat dari fosfat yang sangat mineralisasi memang hebat untuk memotong mangsa, tetapi tidak dirancang untuk tahan terhadap kondisi asam yang meningkat di laut masa depan.

