AI summary
Perluasan program BrandLink oleh LinkedIn memberikan lebih banyak peluang bagi merek untuk terhubung dengan suara terpercaya. Meskipun ada peningkatan penggunaan AI, wawasan manusia tetap sangat dihargai dalam pengambilan keputusan profesional. Kolaborasi dengan penerbit dan influencer di LinkedIn dapat meningkatkan kepercayaan dan kesadaran merek. LinkedIn meluncurkan perluasan program BrandLink yang memungkinkan merek menempatkan iklan video mereka di samping konten dari penerbit dan influencer terkenal di aplikasi LinkedIn. Dengan cara ini, merek dapat menjangkau audiens lebih luas dan membangun kepercayaan yang lebih tinggi terhadap promosi mereka.BrandLink awalnya bernama 'The Wire' yang hanya fokus pada konten penerbit. Sekarang, LinkedIn juga menghadirkan sendiri program acara profesional yang bekerja sama dengan merek besar seperti IBM dan AT&T Business untuk membuat konten orisinal yang akan dipasangkan dengan iklan BrandLink.Selain itu, LinkedIn menambah daftar penerbit populer seperti BBC Studios dan TED untuk memperkuat kualitas konten yang tersedia di platform. Hal ini memudahkan merek untuk menyelaraskan pesan mereka dengan suara terpercaya dan konten profesional yang relevan bagi para pengguna LinkedIn.Data LinkedIn dari studi terhadap 19 ribu profesional mengungkapkan bahwa meskipun AI semakin canggih, manusia lebih memilih untuk mendapatkan wawasan dan nasihat dari jaringan mereka daripada dari mesin atau chatbot AI. Sebagian besar profesional menggunakan jaringan mereka untuk pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan percaya diri.Perubahan demografis pembeli B2B juga mempengaruhi ini, karena generasi Millennials dan Gen Z mencari insight nyata dari orang yang mereka percaya daripada sekadar informasi dari merek. Oleh karena itu, perluasan program BrandLink menjadi strategi penting agar merek dapat terhubung dan dipercaya di platform profesional ini.
Perluasan BrandLink oleh LinkedIn sangat tepat karena manusia tetap mencari koneksi dan wawasan manusia nyata dibanding AI semata. Ini menunjukkan bahwa teknologi harus melengkapi, bukan menggantikan, interaksi sosial dalam pemasaran digital profesional.