Google Translate Perkenalkan AI untuk Latihan Bahasa dan Percakapan Langsung
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Agt 2025
264 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Google Translate meluncurkan fitur AI baru untuk membantu latihan bahasa.
Fitur percakapan langsung memungkinkan komunikasi yang lebih mudah antarbahasa.
Pengguna dapat melacak kemajuan harian mereka dalam belajar bahasa.
Google baru saja meluncurkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan di aplikasi Google Translate yang dirancang untuk membantu pengguna berlatih bahasa baru dengan cara yang lebih interaktif. Fitur ini cocok untuk pemula yang baru belajar percakapan dasar hingga pengguna tingkat lanjut yang ingin mengasah kosa kata mereka.
Sistem latihan ini menyesuaikan sesi belajar dengan kemampuan serta tujuan belajar pengguna, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih personal dan efektif. Pengguna bisa memilih untuk mendengarkan percakapan dan menekan kata yang mereka dengar untuk melatih pemahaman, atau berlatih berbicara langsung.
Fitur beta ini sudah tersedia mulai hari Selasa untuk perangkat Android dan iOS, dan saat ini mendukung pengguna bahasa Inggris yang belajar bahasa Spanyol dan Prancis, serta pengguna bahasa Spanyol, Prancis, dan Portugis yang belajar bahasa Inggris.
Selain itu, Google juga menambahkan fitur baru bernama Live Translate yang memungkinkan percakapan dua arah secara langsung dengan terjemahan audio dan teks, tersedia dalam lebih dari 70 bahasa, termasuk bahasa seperti Arab, Hindi, dan Korea. Fitur ini mampu mengenali jeda, aksen, bahkan intonasi agar percakapan terdengar alami.
Fitur live translate ini juga dapat berfungsi di lingkungan bising berkat kemampuan model suara canggih dari Google. Saat ini fitur ini sudah bisa digunakan di Amerika Serikat, India, dan Meksiko, yang memungkinkan komunikasi lintas bahasa menjadi lebih mudah dan cepat dalam berbagai situasi.
Analisis Ahli
Andreas Kaplan (Profesor Pemasaran dan Media Digital)
Integrasi kecerdasan buatan dalam aplikasi pembelajaran bahasa memberikan potensi besar untuk personalisasi dan engagement pengguna, yang merupakan kunci dalam keberhasilan aplikasi edukasi masa kini.
