Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dua Saudara MIT Ditangkap Usai Curi 25 Juta Dolar dari Ethereum Hanya 12 Detik

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
26 Agt 2025
154 dibaca
2 menit
Dua Saudara MIT Ditangkap Usai Curi 25 Juta Dolar dari Ethereum Hanya 12 Detik

Rangkuman 15 Detik

Kasus ini menjadi contoh pertama manipulasi sistem MEV-boost Ethereum.
Tindakan hukum terhadap Anton dan James Peraire-Bueno menunjukkan kompleksitas hukum di dunia cryptocurrency.
Pentingnya pemahaman tentang teknologi blockchain dan implikasinya dalam hukum penipuan.
Dua bersaudara, Anton dan James Peraire-Bueno, yang lulus dari MIT, dilaporkan oleh pihak berwenang atas tuduhan mencuri 25 juta dolar AS dalam cryptocurrency melalui eksploitasi cepat pada sistem MEV-boost di Ethereum. Kasus ini terjadi di Manhattan dan menyita perhatian karena menggunakan teknologi blockchain canggih dalam jangka waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 12 detik. MEV-boost adalah teknologi pada blockchain Ethereum yang memungkinkan pihak luar mengajukan kumpulan transaksi sehingga validator dapat menerima tambahan imbalan. Namun, jika seseorang menemukan cara untuk mengambil alih atau mengatur ulang transaksi tersebut demi keuntungan sendiri, sistem ini dapat disalahgunakan. Proses hukum pun berjalan dengan adanya perdebatan terkait bukti digital. Para terdakwa melakukan pencarian Google tentang pengacara cryptocurrency dan batas waktu hukum penipuan setelah peristiwa itu. Mereka meminta agar riwayat pencarian ini tidak dijadikan bukti karena merupakan riset hukum biasa dan bukan indikasi kesalahan. Selain itu, para terdakwa juga mengajukan permohonan agar berita dan postingan dari akun Twitter anonim bernama Samczsun tidak dimasukkan sebagai bukti, dengan alasan materi tersebut merupakan hearsay dan tidak sah. Namun, hakim yang menangani kasus ini belum memberikan keputusan final terkait hal tersebut. Jika terbukti bersalah, Anton dan James dapat menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara atas tuduhan konspirasi, penipuan melalui telekomunikasi, dan pencucian uang. Kasus ini dipandang sebagai contoh pertama dari manipulasi sistem blockchain di tingkat lanjut yang memicu perdebatan hukum dan teknologi baru.

Analisis Ahli

Ahli Hukum Kripto Terkenal
Pencarian Google pasca-kejadian memang kurang meyakinkan sebagai bukti perencanaan kriminal, sehingga penting untuk memisahkan riset hukum dari niat jenayah agar tidak melanggar hak terdakwa.