AI summary
Humain berencana membangun pusat data AI di Saudi Arabia dengan kapasitas signifikan. Perusahaan memperoleh semikonduktor dari Nvidia dan bekerja sama dengan AMD untuk infrastruktur AI. Humain bertujuan untuk memperluas penawaran AI ke seluruh wilayah Timur Tengah pada tahun 2026. Arab Saudi kini tengah membangun pusat data pertama mereka yang fokus pada kecerdasan buatan di capital Riyadh dan kota Dammam. Proyek ini direncanakan selesai dan beroperasi pada awal 2026 dengan menggunakan chip semikonduktor canggih yang diimpor dari Amerika Serikat. Pusat data ini akan memiliki kapasitas daya hingga 100 megawatt di masing-masing lokasi.Humain, perusahaan AI baru milik dana kekayaan negara Arab Saudi, telah mendapatkan persetujuan regulasi untuk membeli sekitar 18.000 chip AI terbaru dari Nvidia. Ini menandakan upaya Saudi Arabia dalam memperluas infrastruktur teknologi mereka dan memperkuat posisi dalam industri AI global. Presiden Donald Trump sebelumnya telah membuka jalur akses impor chip semikonduktor melalui kunjungannya.Selain Nvidia, Humain menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi besar seperti AMD, Qualcomm, Cisco, hingga startup AI yang dipimpin Elon Musk, xAI. Dengan dukungan kerja sama ini, Humain berambisi mengembangkan berbagai layanan AI, termasuk peluncuran chatbot Humain Chat yang saat ini tersedia di lokal Saudi dan akan diperluas ke wilayah Timur Tengah.Humain juga memiliki dana ventura sebesar 10 miliar dolar AS yang mulai menanamkan modal pada proyek-proyek terkait AI. Dengan rencana penambahan kapasitas data center sebesar 1,9 gigawatt hingga tahun 2030, Saudi bertekad menjadikan dirinya sebagai pusat AI terkemuka di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.Langkah ini merupakan bagian dari visi Saudi untuk diversifikasi ekonomi dan membangun ekosistem teknologi canggih. Jika berhasil, negara ini tidak hanya akan mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga menjadi pemain utama dalam inovasi AI tingkat global yang berdampak positif pada pembangunan ekonomi dan sosial.
Langkah agresif Arab Saudi untuk mengintegrasikan teknologi AI kelas dunia merupakan langkah strategis yang cerdas demi diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kelancaran akses dan regulasi chip mahal dari AS, yang dapat menjadi tantangan geopolitik tersendiri.