3 Hal Penting Tentang Roku Sebelum Anda Membeli Sahamnya
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
25 Agt 2025
263 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Roku telah beralih dari pendapatan berbasis perangkat keras ke platform dengan fokus pada iklan dan langganan.
Perusahaan menghadapi persaingan ketat dari raksasa teknologi dengan sumber daya besar.
Pertumbuhan dalam iklan digital diharapkan menjadi pendorong utama untuk pendapatan Roku di masa depan.
Roku telah mengalami perubahan besar dalam komposisi pendapatannya selama beberapa tahun terakhir. Awalnya, lebih dari setengah pendapatan Roku berasal dari hardware, seperti perangkat streaming dan TV. Namun, kini sebagian besar pendapatan datang dari segmen platform yang menghasilkan dari iklan dan langganan streaming. Perubahan ini membantu Roku meningkatkan margin keuntungannya, karena hardware sering dijual dengan kerugian sementara platform memiliki margin tinggi hingga 51%.
Salah satu kekuatan utama Roku adalah posisinya sebagai platform streaming yang tidak memihak, yang memungkinkan konsumen mengakses berbagai layanan streaming dari satu perangkat. Namun, persaingan semakin ketat karena perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Amazon, dan Apple juga menawarkan perangkat dan layanan streaming mereka sendiri, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.
Perkembangan teknologi iklan digital dan tren pemutusan kabel di AS memberikan peluang besar bagi Roku. Banyak penonton kini beralih ke streaming dan menghabiskan waktu lebih banyak menonton konten melalui platform Roku, yang memicu pertumbuhan pendapatan iklan. Data menunjukkan waktu tonton streaming di platform Roku naik 17% secara tahunan mencapai 35,4 miliar jam di kuartal kedua.
Namun, meski mendominasi pasar di Amerika Utara, Roku menghadapi tekanan dari perusahaan besar yang dapat menginvestasikan banyak dana untuk konten dan teknologi. Keberhasilan Roku ke depan sangat bergantung pada kemampuannya dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan memperluas jangkauan perangkat agar dapat mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasarnya.
Pada akhirnya, walaupun pertumbuhan pendapatan Roku masih kuat, analis memperkirakan laju pertumbuhan akan melambat ke sekitar 12% per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Investor harus mempertimbangkan dinamika kompetitif dan perubahan dalam strategi bisnis Roku sebelum memutuskan membeli sahamnya.
Analisis Ahli
Neil Patel
Menilai bahwa meskipun Roku cocok dengan tren sekuler, para investor harus waspada dengan volatilitas harga sahamnya dan persaingan intensif dari perusahaan teknologi besar.