Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Tiru Desain Helikopter Canggih AS untuk Kejar Kekuatan Militer Modern

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
InterestingEngineering InterestingEngineering
22 Agt 2025
296 dibaca
2 menit
China Tiru Desain Helikopter Canggih AS untuk Kejar Kekuatan Militer Modern

Rangkuman 15 Detik

China menunjukkan kemajuan dalam teknologi helikopter dengan meniru desain AS.
Kecepatan dan manuverabilitas menjadi faktor penting dalam pengembangan helikopter militer China.
Program pengembangan helikopter di China menunjukkan kemiripan dengan inisiatif militer AS.
China baru-baru ini menguji terbang helikopter koaksial yang sangat mirip dengan helikopter prototipe Amerika, Sikorsky S-97 Raider. Helikopter ini memiliki fitur utama seperti rotor koaksial empat bilah, pendorong di bagian belakang, dan bentuk badan yang mirip, bahkan sampai ke detail roda pendaratan. Ini memperlihatkan bahwa China sedang mengembangkan helikopter berkecepatan tinggi yang bisa mengalahkan batas kecepatan helikopter biasa. Mirip dengan helikopter ini, China sebelumnya juga dikenal menirukan desain militer AS lainnya seperti Harbin Z-20 yang mirip Black Hawk dan drone FH-97 yang menyerupai XQ-58A Valkyrie. Dunia internasional telah lama mencurigai bahwa China menggunakan mata-mata cyber dan spionase untuk mengakses dan menyalin teknologi militer AS dengan cepat. Helikopter koaksial S-97 Raider sendiri dirancang untuk operasi tempur cepat dengan kemampuan manuver tinggi, kecepatan melebihi 200 knot, serta fitur unik seperti kemampuan terbang mundur dan berputar di tempat sambil menembak. Teknologi ini membuat helikopter lebih gesit dan sulit dihancurkan oleh pertahanan musuh. Sementara program FARA di AS yang mengandalkan desain seperti Sikorsky Raider X dibatalkan awal 2024, China justru tampak memanfaatkan vakum ini dengan mengadopsi desain serupa, menunjukkan keinginan mereka untuk mendahului kemampuan tempur rotorcraft di masa depan. Selain helikopter koaksial, China juga sedang mengembangkan pesawat tiltrotor, mengikuti jejak Amerika dalam mencoba teknologi mesin rotor yang berbeda untuk berbagai kebutuhan misi militer. Perkembangan ini menandai persaingan teknologi udara yang semakin ketat antara China dan Amerika, dengan China berusaha memangkas jarak keunggulan teknologi AS. Dalam beberapa tahun ke depan, jika berhasil, PLA dapat memiliki armada helikopter tempur yang jauh lebih cepat dan lebih tangguh, yang bisa mengubah peta kekuatan militer regional.

Analisis Ahli

Richard Aboulafia
Langkah China mengejar desain rotorcraft koaksial berkecepatan tinggi menunjukkan bahwa mereka telah mengidentifikasi nilai strategis dalam kemampuan manuver cepat dan kecepatan tinggi pada medan tempur yang dipengaruhi oleh ancaman sistem pertahanan udara modern.
Mark Gunzinger
China mencoba mengejar teknologi rotorcraft lanjutan sebagai respons terhadap pengalaman peperangan modern di Ukraina, di mana kelincahan dan kecepatan helikopter menjadi kunci untuk bertahan dari sistem pertahanan rudal portable yang semakin efektif.