UP Phone: Smartphone Keamanan Tinggi Buatan Indonesia Siap Melantai di Pasar Global
Teknologi
Gadgets dan Wearable
22 Agt 2025
138 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Unplugged telah berhasil memproduksi ponsel di Indonesia dan memasarkannya secara global.
UP Phone menawarkan fitur keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan ponsel premium lainnya.
Rencana Unplugged untuk memproduksi di Nevada menunjukkan upaya untuk mengatasi tantangan biaya produksi di AS.
Indonesia telah berhasil memproduksi smartphone bernama UP Phone yang dikembangkan oleh startup Unplugged asal Siprus. Ponsel ini menonjolkan fitur keamanan privasi sebagai keunggulan utama dibandingkan merek besar seperti iPhone 16 Pro dan Galaxy S25.
Desain UP Phone tampak mirip dengan iPhone dengan layar AMOLED 6,67 inci dan kamera utama beresolusi tinggi 108MP. Smartphone ini juga menggunakan chip MediaTek Dimensity 1200 serta memiliki kapasitas RAM 8GB dan penyimpanan 256GB yang dapat diperluas.
Fitur penting lainnya termasuk baterai 4.300 mAh dengan pengisian cepat, sertifikasi tahan air IP53, dukungan internet 5G, NFC, eSIM, dan slot USB Type-C. Saat ini, ponsel ini sudah dijual di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada.
Unplugged berencana untuk memindahkan sebagian produksi UP Phone ke Nevada, Amerika Serikat meskipun biaya produksi di AS tergolong tinggi. Mereka ingin menjaga harga di bawah Rp 16.70 ribu (US$1.000) agar tetap kompetitif dan berencana mengembangkan pengadaan komponen secara lokal.
Langkah ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah AS yang diberlakukan pada masa Presiden Donald Trump untuk meningkatkan produksi smartphone secara domestik melalui kebijakan tarif dan insentif agar mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri.
Analisis Ahli
Joe Well
Perakitan di AS walau mahal, penting untuk menjaga harga dan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah, serta memastikan komponen bisa diperoleh secara lokal secara bertahap.Analis Teknologi Indonesia
Produksi lokal smartphone di Indonesia menunjukan potensi besar industri elektronik nasional, dan bisa jadi titik awal pengembangan ekosistem teknologi yang mandiri.
