Unplugged Mulai Produksi UP Phone di AS, Fokus Keamanan dan Harga Terjangkau
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
13 Agt 2025
180 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Unplugged berencana memproduksi UP Phone di Nevada untuk mempertahankan harga jual di bawah US$1.000.
UP Phone diklaim lebih aman dalam hal privasi dibandingkan dengan ponsel besar lainnya.
Donald Trump mendorong inisiatif produksi dalam negeri untuk smartphone di AS.
Unplugged, sebuah startup produsen smartphone, mengumumkan rencana produksi UP Phone di Nevada, Amerika Serikat. Sebelumnya, perangkat ini diproduksi di Indonesia dan terkenal karena mengutamakan keamanan privasi penggunanya.
Meskipun biaya tenaga kerja di AS lebih tinggi dibandingkan Indonesia, Unplugged bertekad mempertahankan harga jual UP Phone di bawah Rp 16.70 ribu (US$1.000) agar tetap kompetitif bagi konsumen. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Desain UP Phone mirip dengan iPhone, namun dengan fitur unik seperti panel kamera bergaya 'boba' dan tanpa fitur Dynamic Island. Unplugged juga mengklaim perangkat ini lebih aman dari iPhone 16 Pro dan Galaxy S25 dalam hal permintaan DNS pihak ketiga.
Joe Weil, CEO Unplugged, mengatakan bahwa setelah perakitan, perusahaan akan berfokus pada pengadaan komponen secara bertahap. Namun ia belum membocorkan detail mitra kerja dan jumlah perangkat yang akan diproduksi.
Sementara itu, muncul dorongan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar lebih banyak produsen smartphone merakit langsung di AS untuk mendukung industri lokal dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok Asia.
Analisis Ahli
Analis Teknologi Terkenal
Langkah Unplugged ini menandai pergeseran penting dalam manufaktur smartphone yang bisa mempengaruhi rantai pasok global, terutama terkait keamanan dan privasi data pengguna.
