TLDR
Ecosia mengusulkan untuk mendapatkan hak 'stewardship' atas browser Chrome untuk mendukung proyek iklim. Tawaran Perplexity untuk membeli Chrome dipandang sebagai langkah yang kurang serius dan terlalu rendah. Keputusan hakim terkait monopoli Google dapat memiliki dampak besar pada masa depan Chrome dan pasar pencarian. Pengadilan AS memutuskan bahwa Google menjalankan monopoli ilegal dalam pencarian internet dan iklan. Sebagai solusi, pengadilan ingin Google melepaskan kepemilikan browser Chrome. Google menolak dan berjanji mengajukan banding, sementara perusahaan lain menawarkan miliaran dolar untuk membeli Chrome.Perplexity mengajukan tawaran tunai sebesar 34,5 miliar dolar namun ditolak karena dianggap terlalu rendah dan tidak realistis. Di sisi lain, Ecosia yang merupakan mesin pencari nonprofit dari Berlin mengajukan proposal unik yaitu mengelola Chrome selama 10 tahun tanpa biaya pembelian.Ecosia berjanji menggunakan sebagian besar pendapatan dari pengelolaan Chrome untuk mendanai proyek lingkungan seperti penanaman pohon, perlindungan hutan hujan dan pengembangan teknologi hijau. Mereka ingin menjaga staf Chrome dan memastikan Google tetap memiliki hak kekayaan intelektual dan default search engine.Proposal ini berbeda dengan pilihan populer yaitu menjual Chrome kepada pesaing besar seperti OpenAI. Ecosia berharap pengadilan mempertimbangkan opsi ini karena bisa mengalihkan keuntungan besar dari Chrome untuk tujuan sosial dan lingkungan yang lebih luas.Christian Kroll, CEO Ecosia, menegaskan bahwa meskipun idenya terkesan absurd, mereka siap mengelola Chrome secara profesional. Jika berhasil, ini bisa menjadi model baru dalam memecahkan masalah monopoli teknologi dengan pendekatan yang berorientasi manfaat masyarakat dan keberlanjutan.