J&J Investasi 2 Miliar Dolar AS untuk Fasilitas Farmasi Baru di AS
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
21 Agt 2025
137 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
J&J berinvestasi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi obat di AS.
Fujifilm akan menjadi mitra dalam pembangunan fasilitas baru di North Carolina.
Strategi onshoring sedang digalakkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor farmasi.
Johnson & Johnson (J&J) akan berinvestasi sebesar 2 miliar dolar AS untuk membangun fasilitas manufaktur obat baru di Holly Springs, North Carolina. Investasi ini merupakan bagian dari rencana besar J&J yang telah menganggarkan 55 miliar dolar AS untuk memperkuat produksi obat di Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada impor obat dari luar negeri serta memperkuat posisi manufaktur domestik.
Kesepakatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Fujifilm Biotechnologies, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan manufaktur kontrak. Fujifilm sedang mengembangkan hub manufakturnya di Holly Springs, tempat fasilitas baru J&J akan beroperasi dalam skala besar menggunakan teknologi kultur sel. Fasilitas ini diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2025.
Selain J&J, perusahaan farmasi besar lain seperti Regeneron juga telah menandatangani kesepakatan dengan Fujifilm di lokasi yang sama, dengan nilai investasi mencapai 3 miliar dolar AS selama sepuluh tahun. Langkah ini menunjukkan bagaimana industri farmasi global berupaya memperkuat produksi domestiknya di AS sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong onshoring produksi obat.
J&J juga tengah membangun fasilitas biologis baru di Wilson, North Carolina, dengan investasi sebesar 2 miliar dolar AS yang diumumkan pada Oktober 2024. Secara keseluruhan, J&J telah mengumumkan rencana pembangunan empat fasilitas manufaktur baru dan ekspansi fasilitas yang sudah ada di Amerika Serikat, memperkuat imperatif nasional terhadap kemandirian dan keamanan pasokan obat.
CEO J&J, Joaquin Duato, menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah negara dengan fasilitas manufaktur J&J terbanyak dan mereka berniat terus memperkuat kehadiran di negara tersebut, khususnya dengan dukungan kebijakan seperti One Big Beautiful Bill Act. Investasi besar ini juga dipandang sebagai upaya untuk memimpin era berikutnya dalam inovasi kesehatan.
Analisis Ahli
Dr. Anna Wijaya
Langkah J&J ini menunjukkan pemahaman kuat atas dinamika rantai pasok global dan pentingnya lokalitas produksi di tengah ketidakpastian geopolitik. Ini juga akan membuka lapangan kerja dan memperkuat ekosistem bioteknologi di AS.Prof. Hadi Santoso
Investasi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan inovasi manufaktur farmasi, terutama di bidang biologis dan bulk drug substances, yang sangat kritis untuk menghadapi tantangan kesehatan global.