Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan dan Koreksi Saham Palantir Setelah Kontrak Pemerintah Besar

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (7mo ago) investment-and-capital-markets (7mo ago)
21 Agt 2025
208 dibaca
2 menit
Lonjakan dan Koreksi Saham Palantir Setelah Kontrak Pemerintah Besar

Rangkuman 15 Detik

Palantir Technologies mengalami pertumbuhan pesat berkat kontrak-kontrak pemerintah yang besar.
Saham Palantir mengalami penurunan signifikan setelah laporan short selling yang mempengaruhi kepercayaan investor.
Perbandingan dengan perusahaan AI lain menunjukkan bahwa saham Palantir mungkin dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan fundamentalnya.
Palantir Technologies adalah startup di bidang software yang menawarkan solusi penambangan data dan analisis berbasis AI. Di tahun 2025, perusahaan ini menarik perhatian karena valuasinya yang meningkat sangat pesat hingga dua kali lipat dalam beberapa bulan saja, terutama karena kontrak besar dengan pemerintah Amerika Serikat. Perusahaan berhasil mengamankan kontrak senilai Rp 167.00 triliun (US$10 miliar) dengan militer AS untuk kebutuhan perang sampai dekade berikutnya. Selain itu, ada juga kontrak sebesar Rp 2.97 triliun (US$178 juta) dengan Angkatan Darat AS serta kontrak Rp 501.00 triliun (US$30 miliar) dari Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS atau ICE untuk membangun software. Namun, saham Palantir tidak bertahan lama di posisi puncak. Setelah enam hari berturut-turut mengalami aksi jual besar, harga sahamnya turun 18% dari rekor tertingginya. Saham pun ditutup dalam wilayah koreksi yang membuat perusahaan ini tergeser dari posisi 'Top 50' perusahaan AS paling bernilai. Hal ini diperparah oleh laporan short selling dari Citron Research, yang menilai valuasi Palantir terlalu tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan AI besar lain seperti OpenAI. Citron menyatakan bahwa harga saham seharusnya berada pada level Rp 668.00 ribu (US$40) , jauh di bawah harga pasar saat ini. Meskipun mengalami koreksi, Palantir tetap menjadi salah satu dari 10 perusahaan teknologi teratas di AS dan masuk dalam indeks S&P 500. Namun, dengan rasio harga terhadap pendapatan yang sangat tinggi, saham Palantir masih dianggap mahal dan menghadapi risiko koreksi lanjutan.

Analisis Ahli

Andrew Left
Harga saham Palantir saat ini sudah mencerminkan kesuksesan yang melebihi fundamentalnya dan seharusnya berada di level sekitar US$40 berdasarkan rasio harga terhadap pendapatan yang wajar.
Alex Karp
Sukses perusahaan patut dibanggakan, tetapi investor harus tetap disiplin dan bijaksana dalam menilai valuasi yang ada.