Palantir Melonjak ke Laba dan Pendapatan Miliar Berkat Lonjakan Penjualan AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Agt 2025
109 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Palantir Technologies mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan dan keuntungan.
Perusahaan ini berhasil mencapai pendapatan kuartalan pertama yang mencapai US$1 miliar.
Pertumbuhan penjualan pemerintah menunjukkan dampak positif dari momentum industri AI.
Palantir Technologies mengalami perubahan besar sejak go public pada 2020. Perusahaan awalnya mencatat kerugian yang cukup besar, namun kini sudah berhasil meraih keuntungan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan software AI ini semakin kuat di pasar.
Dalam kuartal kedua tahun ini, Palantir berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) , yang merupakan sebuah pencapaian penting bagi perusahaan. Saham mereka pun meroket melewati rekor tertinggi sebelumnya, menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi.
Kenaikan pendapatan Palantir didorong oleh lonjakan 53 persen dalam penjualan kepada pemerintah AS, sebuah sektor yang tetap kuat meskipun ada pengetatan anggaran di masa pemerintahan sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa permintaan terhadap teknologi AI di sektor publik sangat besar.
Analis dari William Blair menilai bahwa Palantir yang fokus pada solusi AI dapat memanfaatkan momentum industri yang sedang berkembang ini dengan baik di berbagai segmen pelanggan, baik pemerintah maupun komersial. Ini menjadi tanda baik bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Dengan peningkatan laba sebesar 33 persen dan adanya dukungan kuat dari sektor pemerintah dan swasta, Palantir diprediksi akan terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terdepan di bidang teknologi AI di dunia.
Analisis Ahli
Louie DiPalma dan Bryce Sandberg
Palantir jelas mendapat keuntungan dari momentum industri AI di basis pelanggan pemerintah dan komersial, dan bisnis pemerintah AS mereka tumbuh tercepat sejak kuartal kedua 2021.