GRETA: Detektor Gamma-ray Canggih untuk Menyelidik Rahasia Inti Atom
Sains
Fisika dan Kimia
21 Agt 2025
258 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
GRETA adalah detektor gamma-ray yang paling sensitif dan efisien yang pernah dibuat.
Penelitian dengan GRETA dapat membantu menjawab pertanyaan fundamental tentang pembentukan elemen berat dan keberadaan antimateri.
GRETA akan menggunakan teknologi baru, termasuk AI dan pipeline data cepat, untuk mengolah data dalam jumlah besar.
GRETA adalah alat deteksi gamma-ray baru dan sangat sensitif yang dibangun oleh tim dari Lawrence Berkeley National Laboratory. Alat ini memungkinkan ilmuwan untuk melihat dengan detail yang lebih tinggi ke dalam inti atom, sumber unsur berat, dan materi di alam semesta. GRETA menggunakan modul germanium yang didinginkan untuk menangkap jejak energi dari gamma-ray yang dihasilkan saat inti atom stabil kembali.
Dalam eksperimen, partikel ditembakkan ke target yang terletak di pusat GRETA sehingga menciptakan inti atom yang tidak stabil dan sangat energik. Saat inti ini kembali stabil, mereka memancarkan radiasi gamma yang dipantau oleh detektor. Data ini seperti sidik jari yang membantu ilmuwan mengenali karakteristik unik tiap isotop.
GRETA menggabungkan modul-modul detektor GRETINA sebelumnya dengan tambahan modul baru, sehingga membentuk bola detektor lengkap dengan 30 modul. Tiap modul berisi kristal germanium ultra murni yang didinginkan hingga suhu sangat rendah agar sensitivitas maksimal. Argonne National Laboratory berperan dalam sistem trigger untuk menyeleksi data penting dari jumlah interaksi yang sangat besar.
Selain hardware, GRETA juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperbaiki rekonstruksi jalur gamma-ray dan dipadukan dengan software canggih DELERIA yang mampu memproses data dalam jumlah sangat besar dengan kecepatan tinggi. Uji coba alat ini menunjukkan GRETA dapat menangani lebih dari 511.000 interaksi gamma-ray per detik, melampaui target desainnya.
Alat ini akan dikirim ke Facility for Rare Isotope Beams di Michigan State University pada akhir tahun ini dan mulai digunakan untuk eksperimen tahun 2026. GRETA dirancang untuk dipindahkan dan digunakan juga di fasilitas lain untuk memanfaatkan variasi jenis particle beam yang berbeda, memperluas peluang riset nuklir dan astrofisika masa depan.
Analisis Ahli
Paul Fallon
Dengan GRETA, kami mendekati kesempatan untuk menyaksikan inti atom bekerja secara real-time dengan resolusi tinggi yang belum pernah ada.Heather Crawford
Detektor ini memungkinkan kita menangkap 'sidik jari' unik setiap isotop, sehingga memahami struktur dan proses nuklir lebih akurat.Dariusz Seweryniak
GRETA memperluas peluang penemuan dalam fisika nuklir yang juga memiliki dampak pada astrofisika dan pemahaman tentang pembentukan elemen di jagad raya.
