DBS Tokenisasi Produk Investasi di Ethereum Buka Akses Untuk Investor Lebih Luas
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
21 Agt 2025
247 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
DBS memperluas strategi blockchain dengan meluncurkan produk catatan terstruktur ter-tokenisasi.
Tokenisasi memungkinkan akses yang lebih luas bagi investor institusional dan terakreditasi di Singapura.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya Singapura untuk menjadi pusat keuangan tokenisasi.
Bank DBS, bank terbesar di Singapura, kini menawarkan produk structured notes yang berbasis blockchain Ethereum kepada investor yang lebih luas. Sebelumnya, produk ini hanya bisa diakses oleh klien privat dengan minimum investasi tinggi, yaitu Rp 1.67 miliar ($100,000) . Dengan tokenisasi, setiap structured note dipecah menjadi unit senilai Rp 16.70 juta ($1,000) yang membuat investasi menjadi lebih fleksibel dan bisa diperdagangkan dengan mudah.
Produk debut yang ditawarkan berupa crypto-linked participation note yang memberikan keuntungan saat harga aset digital naik dengan proteksi kerugian yang terbatas. Ini cocok untuk investor yang ingin memanfaatkan keuntungan aset digital tanpa risiko terlalu besar. Selain itu, sistem tokenisasi membuat produk ini berbentuk fungible dimana setiap unit sama nilainya dan mudah diperdagangkan, berbeda dengan produk tradisional yang bersifat non-fungible dan sulit diperjualbelikan.
DBS mendistribusikan produk ini melalui platform lokal seperti ADDX, DigiFT, dan HydraX. Permintaan investor terhadap produk ini terus tinggi, terbukti dengan volume perdagangan yang mencapai lebih dari Rp 16.70 triliun ($1 miliar) dalam semester pertama tahun 2025 dan meningkat 60% dari kuartal pertama ke kuartal kedua. Produk ini sangat diminati oleh family office dan investor profesional yang jumlahnya terus bertambah di Singapura.
Di sisi regulasi dan ekosistem, Singapura terus memperkuat posisi sebagai pusat tokenisasi keuangan dengan dukungan dari Monetary Authority of Singapore (MAS). Mereka menjalankan proyek seperti Project Guardian yang menguji tokenisasi aset dan membangun infrastruktur lintas negara lewat Global Layer One. DBS sendiri awalnya aktif di blockchain permissioned sebelum memperluas ke public blockchain seperti Ethereum.
Ke depan, DBS berencana mengembangkan tokenisasi lebih banyak jenis structured notes tradisional baik yang terkait ekuitas maupun kredit. Langkah ini dianggap sebagai transformasi penting dalam infrastruktur pasar keuangan agar lebih inklusif dan berbasis teknologi blockchain, memungkinkan lebih banyak jenis investor bisa terlibat dalam ekosistem aset digital dengan lebih aman dan efisien.
Analisis Ahli
Li Zhen
Asset tokenization adalah frontier baru dalam infrastruktur pasar keuangan yang memungkinkan eksposur digital yang lebih luas bagi segmen investor yang lebih besar.