Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DeepSky: Platform AI Rp 668.00 miliar ($40 Juta) yang Bantu Mahasiswa MBA Sukses di Dunia Kerja

Teknologi
Kecerdasan Buatan
YahooFinance YahooFinance
20 Agt 2025
288 dibaca
2 menit
DeepSky: Platform AI Rp 668.00 miliar ($40 Juta)  yang Bantu Mahasiswa MBA Sukses di Dunia Kerja

Rangkuman 15 Detik

DeepSky menawarkan platform AI yang membantu pengguna mendapatkan wawasan pasar yang akurat.
Pendekatan DeepSky terhadap pendidikan bertujuan untuk mengembangkan pemikiran kritis di kalangan mahasiswa.
DeepSky berkomitmen untuk memberikan dukungan langsung kepada mahasiswa melalui program yang dirancang khusus untuk mereka.
DeepSky adalah sebuah platform AI yang dikembangkan oleh Christopher Chang dan timnya dengan visi untuk memberikan informasi pasar dan keuangan secara real-time yang akurat dan terpercaya. Mereka mengintegrasikan berbagai sumber data seperti FactSet, Crunchbase, Polygon, dan dokumen SEC langsung ke dalam sistem DeepSky. Dengan cara ini, pengguna dapat mengakses informasi penting tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Platform ini diluncurkan untuk membantu mahasiswa MBA, terutama yang berada di Stanford GSB, serta profesional muda dalam mempersiapkan wawancara, memahami industri, dan mendukung pekerjaan magang. DeepSky tidak hanya menampilkan data, tetapi mampu menyaring dan menganalisis informasi menjadi narasi yang mudah dipahami sehingga pengguna dapat mengambil keputusan dengan percaya diri. DeepSky memiliki fitur yang dirancang untuk membedakan diri dari produk sejenis, seperti kemampuan memfilter sumber yang tidak dapat dipercaya dan membangun penjelasan yang terstruktur sebagai 'teaching moment.' Selain itu, mereka juga menyediakan mode percakapan cepat untuk pencarian fakta dan mode laporan mendalam untuk analisis yang lebih lengkap. Program MBA Strategist adalah upaya mereka untuk hadir di kampus-kampus dengan menawarkan akses gratis, kredit AI, hingga hadiah bagi yang aktif menggunakan platform. Program ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa bukan hanya tentang penggunaan AI, tapi juga soal etika dan efektivitas yang benar, menghindari penggunaan AI yang hanya copy-paste tanpa pemahaman. Menurut Chang, kehadiran AI seperti DeepSky akan mengubah cara mahasiswa dan profesional muda masuk ke dunia kerja. Tugas-tugas rutin yang dulu dikerjakan junior kini bisa diotomatiskan, sehingga mereka harus siap bekerja di level strategi dan manajerial lebih awal. Dengan demikian, pembelajaran di masa kuliah akan menjadi semakin menantang namun juga lebih produktif dengan dukungan AI.

Analisis Ahli

Christopher Chang
AI di bidang keuangan harus didesain dengan kemampuan reasoning dan akses data yang luas agar dapat memberikan insight yang bukan hanya cepat, tapi juga bernilai dan dapat dipercaya.
Michael Unger
Pendekatan hands-on dalam pengenalan AI ke mahasiswa sangat penting agar mereka bisa memahami cara terbaik menggunakan teknologi ini dengan benar, bukan hanya sekadar copy-paste informasi.