Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Prospek Saham Upstart: Dari AI ke Pertumbuhan Baru Setelah Penurunan Tajam

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (7mo ago) banking-and-financial-services (7mo ago)
20 Agt 2025
232 dibaca
2 menit
Prospek Saham Upstart: Dari AI ke Pertumbuhan Baru Setelah Penurunan Tajam

Rangkuman 15 Detik

Upstart mengalami penurunan nilai saham yang drastis akibat peningkatan suku bunga.
Perusahaan menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan proses persetujuan pinjaman.
Pertumbuhan Upstart diperkirakan akan meningkat lagi dalam beberapa tahun ke depan.
Upstart, sebuah platform peminjaman online yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), memulai debut publiknya di pasar saham pada akhir 2020 dengan harga saham sebesar 20 dolar per lembar. Perusahaan ini meraih perhatian besar karena menggunakan data non-tradisional seperti nilai ujian dan pekerjaan sebelumnya untuk menyetujui pinjaman, berbeda dari cara perbankan konvensional yang mengandalkan skor kredit seperti FICO. Pada puncaknya di tahun 2021, harga saham Upstart melonjak hingga mencapai 390 dolar yang menggambarkan optimisme investor terhadap pertumbuhan perusahaan. Namun, tren positif ini tidak bertahan lama karena naiknya suku bunga mulai menekan permintaan pinjaman pada 2022 dan 2023, mengakibatkan harga saham anjlok hingga titik terendah di angka 11,93 dolar. Meski menghadapi tantangan dengan pertumbuhan yang menurun, Upstart berhasil mempertahankan margin kontribusi yang solid dengan meningkatkan otomatisasi dan fokus pada pinjaman untuk peminjam super-prime. Pada tahun 2024 dan seterusnya, penurunan suku bunga kembali memacu akselerasi pertumbuhan terutama di segmen pinjaman mobil dan kredit ekuitas rumah. Para analis memperkirakan pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Upstart akan tumbuh dengan laju tahunan yang tinggi sebesar 36% dan 245% hingga tahun 2027. Berdasarkan perkiraan ini, saham Upstart dinilai wajar dan berpotensi mengalami kenaikan signifikan, meskipun belum bisa menembus harga tertinggi sebelumnya yang terjadinya pada masa kegilaan saham meme tahun 2021. Meskipun demikian, The Motley Fool menyarankan agar investor mempertimbangkan pilihan saham lain yang dianggap memiliki potensi hasil lebih besar. Upstart tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang percaya pada keunggulan teknologi AI dalam pasar pinjaman baru ini, tetapi dengan risiko volatilitas yang masih tinggi.

Analisis Ahli

Leo Sun
Saham Upstart memiliki potensi pertumbuhan yang realistis jika kondisi makroekonomi membaik, tetapi investor harus tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko volatilitas pasar.