Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google dan TVA Dukung Reaktor Nuklir Baru untuk Energi Bersih dan AI

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
20 Agt 2025
57 dibaca
2 menit
Google dan TVA Dukung Reaktor Nuklir Baru untuk Energi Bersih dan AI

Rangkuman 15 Detik

Kerja sama antara Google dan TVA menandai langkah penting dalam pengembangan energi nuklir di AS.
Teknologi pendingin garam cair yang digunakan oleh Kairos Power dapat mengurangi biaya dan risiko terkait dengan pembangkit nuklir.
Google berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas energi bersih melalui investasi dalam reaktor nuklir generasi baru.
Google semakin dekat dengan ambisinya di bidang energi nuklir melalui kerja sama dengan TVA untuk membeli listrik dari reaktor generasi baru yang dikembangkan Kairos Power di Tennessee. Proyek ini merupakan kesepakatan pembelian listrik pertama untuk teknologi nuklir canggih di AS yang melibatkan reaktor non-air. Reaktor Hermes 2 yang dibangun oleh Kairos Power menggunakan teknologi pendingin garam cair fluorin yang membedakannya dari reaktor konvensional yang menggunakan air. Teknologi ini memungkinkan reaktor beroperasi pada tekanan rendah sehingga dapat memangkas biaya investasi dan pengoperasian. Dijadwalkan beroperasi pada tahun 2030 dengan kapasitas 50 MW, reaktor tersebut akan mengalirkan listrik ke jaringan yang memasok pusat data Google di Tennessee dan Alabama. Google juga berencana membantu pengembangan kapasitas nuklir baru sebesar 500 MW di AS pada tahun 2035. Nuklir generasi baru ini berharap dapat mengatasi tantangan nuklir lama yang kalah saing dengan energi gas, matahari, dan angin karena menggunakan teknologi yang lebih efisien dan aman. Kesepakatan listrik ini juga mencakup penjualan atribut energi bersih yang mendukung tujuan Google dalam menekan emisi karbon dari operasi mereka. Dengan latar belakang sejarah Oak Ridge yang pernah menjadi pusat Proyek Manhattan, proyek Kairos Power menandai era baru bagi energi nuklir di AS. Jika berhasil, inisiatif ini dapat menjadi model bagi pengembangan energi bersih dan memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat dari sektor teknologi tinggi dan kecerdasan buatan.

Analisis Ahli

Dr. Michael Shellenberger (pakar energi bersih)
Inisiatif ini adalah langkah penting untuk menempatkan nuklir sebagai pusat energi masa depan yang bersih dan andal, mengingat keterbatasan energi terbarukan yang bergantung pada cuaca.
Prof. Cristina Archer (ahli energi terbarukan)
Teknologi modular kecil seperti yang dikembangkan Kairos menjanjikan fleksibilitas dan biaya yang lebih rendah sehingga dapat mengisi kesenjangan energi baseload yang dibutuhkan oleh pusat data dan industri.