Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Magnet Kecil Ubah Cara Astronot Hasilkan Oksigen di Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (7mo ago) astronomy-and-space-exploration (7mo ago)
20 Agt 2025
36 dibaca
2 menit
Magnet Kecil Ubah Cara Astronot Hasilkan Oksigen di Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Sistem pemisahan oksigen baru dapat meningkatkan efisiensi hingga 240 persen.
Penggunaan magnet kecil dapat mengurangi kebutuhan peralatan berat dan pemeliharaan dalam misi luar angkasa.
Penelitian ini membuka jalan untuk sistem dukungan kehidupan yang lebih ringan dan berkelanjutan untuk eksplorasi manusia di luar Bumi.
Masalah besar dalam eksplorasi luar angkasa adalah bagaimana menghasilkan oksigen dengan cara yang efisien dan ringan dalam kondisi tanpa gravitasi. Di Stasiun Luar Angkasa Internasional, peralatan pemisah gas besar dan menggunakan banyak energi, hal ini membuat-anak ketahanan misi jauh menjadi sulit. Oleh karena itu, tim peneliti internasional menemukan pendekatan baru menggunakan magnet kecil yang sudah tersedia di pasaran untuk memudahkan proses ini. Dalam kondisi mikrogravitasi, gelembung gas oksigen tidak bisa mengapung seperti di bumi, sehingga mereka menempel pada elektroda dan mengganggu efisiensi proses elektrolisis. Dengan memanfaatkan gaya magnet dan interaksi antara air serta arus listrik selama elektrolisis, tim berhasil membuat gelembung oksigen dapat dipisahkan secara pasif tanpa perlu energi tambahan. Metode baru ini mengantarkan peningkatan efisiensi pengumpulan oksigen hingga 240 persen dibanding teknologi sebelumnya yang lebih berat dan memerlukan energi besar. Eksperimen awal dilakukan di Bremen dengan Drop Tower dan laboratorium, membuktikan sistem magnet ini bekerja hampir semirip sistem elektrolisis di bumi, menjadikannya sangat menjanjikan untuk penerapan di luar angkasa. Penemuan dan pengembangan ini adalah hasil kerjasama selama empat tahun antara Universitas Warwick, ZARM di Bremen, dan Georgia Tech. Para peneliti, termasuk Álvaro Romero-Calvo dan Shaumica Saravanabavan, menguji teori dan alat dalam berbagai lingkungan mikrogravitasi dan yakin bahwa teknologi magnetik ini akan menjadi perubahan besar dalam teknologi eksplorasi ruang angkasa. Langkah selanjutnya adalah mengujinya dalam penerbangan roket suborbital untuk melihat kinerjanya dalam kondisi ruang angkasa sebenarnya. Jika berhasil, teknologi ini dapat membuat sistem pendukung kehidupan di luar angkasa menjadi lebih ringan dan sederhana, yang sangat penting untuk misi antariksa masa depan seperti ke Mars atau lebih jauh lagi.

Analisis Ahli

Profesor Katerina Brinkert
Sistem pasif ini menandai kemajuan penting dalam teknologi pendukung kehidupan antariksa yang memungkinkan operasi lebih sederhana dan hemat energi tanpa penggunaan centrifuge atau bagian mekanik yang kompleks.
Álvaro Romero-Calvo
Inovasi magnetik ini adalah contoh bagaimana prinsip dasar fisika dapat diterapkan untuk memecahkan tantangan praktis dalam lingkungan ekstrim seperti mikrogravitasi.
Dr. Shaumica Saravanabavan
Konfirmasi efek magnetik dalam eksperimen mikrogravitasi lanjut menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam mempercepat transisi ke eksplorasi manusia yang berkelanjutan di luar angkasa.