Jelly Ice: Es Ramah Lingkungan yang Tidak Meninggalkan Genangan Air
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Agt 2025
146 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Es jelly adalah alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan untuk es tradisional.
Es jelly dapat digunakan berulang kali dan tidak mencemari lingkungan.
Penelitian lebih lanjut mengenai polimer alami lainnya dapat membuka peluang baru dalam pengembangan produk ini.
Melting ice sering meninggalkan masalah seperti genangan air basah yang merepotkan, minuman menjadi encer, dan makanan yang terkontaminasi. Untuk mengatasi hal itu, para ilmuwan dari University of California, Davis mengembangkan bahan baru bernama "jelly ice", yaitu es yang dapat digunakan ulang dan terbuat dari gelatin alami.
Jelly ice ini mengandung 90% air dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan. Ia mampu menyerap panas sampai 80% dari es biasa, sehingga efisien dalam mendinginkan zat seperti makanan dan minuman. Setelah digunakan, jelly ice bisa langsung dicuci dan dibekukan kembali untuk penggunaan berikutnya tanpa kehilangan fungsi.
Salah satu keunggulan utama jelly ice adalah tidak meninggalkan genangan air seperti es biasa, sehingga mengurangi risiko kontaminasi dan kebersihan yang berantakan. Selain itu, jelly ice juga sepenuhnya dapat dikomposkan dan bisa memberikan manfaat tambahan saat digunakan sebagai pupuk kompos untuk tanaman.
Pengembangan jelly ice terinspirasi dari frozen tofu yang mampu menahan air meskipun mengalami pembekuan dan pencairan. Dengan gelatin sebagai bahan dasar, jelly ice memiliki struktur pori-pori kecil yang dapat menjebak air secara efektif selama perubahan fase dari beku ke cair.
Saat ini jelly ice sudah siap untuk penggunaan dalam pengiriman makanan dan potensial digunakan di bidang lain seperti pengiriman medis dan bioteknologi. Walau sudah mendapat lisensi, produk ini masih dalam tahap persiapan untuk produksi massal dan desain produk komersial.
Analisis Ahli
Jiahan Zou
Jelly ice adalah solusi praktis yang menggabungkan efisiensi pendinginan dengan keberlanjutan, menawarkan alternatif yang dapat mengurangi polusi mikroplastik dan risiko kontaminasi dari es biasa.

