Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Koloni Lebah AS Anjlok, China Justru Capai Rekor Baru Berkat Manajemen Unggul

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
19 Agt 2025
223 dibaca
2 menit
Koloni Lebah AS Anjlok, China Justru Capai Rekor Baru Berkat Manajemen Unggul

Rangkuman 15 Detik

AS mengalami kerugian besar dalam koloni lebah, mencapai 62 persen dalam enam bulan.
Cina mencatat rekor tertinggi dengan 15 juta koloni lebah berkat praktik manajemen yang lebih baik.
Resistensi mitis terhadap Amitraz menjadi tantangan utama dalam menjaga kesehatan koloni lebah di AS.
Pada pertengahan 2024 hingga awal 2025, koloni lebah madu di Amerika Serikat mengalami keruntuhan terbesar dalam sejarah. Sekitar 62 persen koloni yang dikelola musnah, menyebabkan kekhawatiran besar bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada lebah sebagai penyerbuk untuk sepertiga dari hasil tanamannya. Departemen Pertanian AS menemukan penyebab utama masalah ini berasal dari virus yang disebarkan oleh parasit tungau. Tungau ini telah mengembangkan resistensi terhadap amitraz, salah satu pestisida yang selama ini digunakan untuk membasmi mereka. Situasi ini membuat koloni lebah tidak mampu melawan serangan berat dari tungau tersebut. Sebaliknya, kondisi di China jauh lebih baik. Populasi koloni lebah di China meningkat hingga 25 persen, mencapai 15 juta koloni. Hal ini menjadikan China tetap menjadi produsen terbesar produk lebah di dunia berkat metode perawatan dan pengelolaan yang berbeda dibandingkan AS. Menurut Profesor Xu Shufa dari Institut Riset Apikultur di Akademi Ilmu Pertanian China, perbedaan utama antara kedua negara ini terletak pada cara pengelolaan lebah. Di AS, operasi besar dan minim intervensi menjadi model yang umum, sedangkan China menerapkan praktik yang lebih terorganisir dan fokus pada manajemen intensif. Kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi dunia bahwa menjaga kesehatan dan populasi lebah membutuhkan pendekatan yang adaptif dan inovatif agar serangan parasit yang berkembang bisa dikendalikan, sehingga produksi makanan yang bergantung pada penyerbukan lebah tetap aman dan berkelanjutan.

Analisis Ahli

Xu Shufa
Praktik manajemen yang intensif dan pemantauan teratur adalah kunci keberhasilan peningkatan jumlah koloni lebah di China.
Peneliti USDA
Ketahanan tungau terhadap amitraz menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi agar koloni lebah AS bisa bertahan.