Tekanan Private Equity Dorong CFO Gunakan AI, Tapi Banyak yang Bingung Mulai Dari Mana
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Agt 2025
133 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan ekuitas swasta mendorong adopsi kecerdasan buatan, tetapi banyak CFO merasa bingung tentang cara memulainya.
Kurangnya panduan spesifik tentang alat kecerdasan buatan membuat CFO sulit untuk mengambil langkah selanjutnya.
Mark Patterson optimis tentang masa depan Cisco, terutama dalam hal pertumbuhan di sektor infrastruktur AI.
Perusahaan ekuitas swasta semakin menekan para CFO di perusahaan portofolio mereka untuk mengadopsi alat kecerdasan buatan (AI) dalam proses keuangan. Menurut survei dari firma konsultan Accordion, hampir semua pemimpin ekuitas swasta meminta CFO untuk memprioritaskan penggunaan AI dalam fungsi keuangan mereka agar lebih efisien dan kompetitif di pasar.
Namun di sisi lain, banyak CFO yang merasa kesulitan karena tidak tahu harus mulai dari mana dan kurang mendapatkan panduan atau arahan yang jelas terkait jenis alat AI yang sebaiknya digunakan. Survey mengungkap bahwa 68% CFO mengambil pendekatan berhati-hati dan ingin lebih waktu untuk memahami teknologi ini secara mendalam.
Masalahnya adalah istilah 'AI' sangat luas, mencakup berbagai teknologi seperti model bahasa besar (contoh: ChatGPT), AI generatif, hingga AI agen yang dapat bekerja otomatis tanpa banyak campur tangan manusia. Karena itu, para pemimpin ekuitas swasta tidak memberikan arahan spesifik dan lebih menghendaki CFO bekerja sama dengan konsultan eksternal untuk memilih solusi AI yang tepat.
Kendati AI generatif punya risiko seperti 'halusinasi' atau kesalahan data, perusahaan seperti Accordion sudah mengatur kontrol risiko melalui pemantauan, pemisahan tugas, dan review manusia agar output AI tidak langsung memengaruhi laporan keuangan resmi. Di saat yang sama, para pakar dan eksekutif seperti Mark Patterson dari Cisco melihat peluang besar dari investasi pada infrastruktur AI, yang juga memperkuat keamanan dan jaringan perusahaan.
Dengan tren ini, dapat dipastikan banyak perusahaan akan menggandeng ahli teknologi untuk memandu proses adopsi AI dalam keuangan. Kerjasama ini penting agar implementasi berjalan lancar dan manfaat AI dapat dirasakan secara optimal, mengarah pada efisiensi dan inovasi di dunia keuangan perusahaan.
Analisis Ahli
Nick Leopard
Pendekatan strategis dengan melibatkan ahli eksternal sangat penting karena CFO harus memilih kombinasi teknologi yang paling efektif untuk workflow keuangan yang mereka miliki.