AI summary
China memperkuat kebijakan untuk menggunakan chip domestik dalam data centre. Proyek data centre baru muncul di berbagai lokasi di China. Shanghai menjadi pelopor dalam kebijakan penggunaan chip domestik untuk kecerdasan buatan. Pada tahun 2023 dan 2024, China mengumumkan lebih dari 500 proyek pusat data baru di berbagai wilayah, termasuk Inner Mongolia dan Guangdong. Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat sektor teknologi dan infrastruktur digital negara tersebut.Untuk mengurangi ketergantungan pada chip asing yang terkena pembatasan ekspor dari Amerika Serikat, pemerintah China mewajibkan pusat data milik negara menggunakan minimal 50% chip buatan dalam negeri. Kebijakan ini awalnya diberlakukan di Shanghai sebagai pilot project dan kini menjadi standar nasional.Kebijakan ini didukung oleh berbagai badan pemerintah, termasuk Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta Kementerian Industri dan Teknologi Informasi. Langkah ini juga bertujuan memperkuat sumber daya komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan di pusat keuangan China.Selain membantu industri semikonduktor domestik untuk tumbuh, kebijakan chip lokal ini juga menunjukkan ambisi China dalam mandiri teknologi dan bertahan di tengah ketegangan perdagangan teknologi global antara China dan Amerika Serikat.Walau penuh tantangan, kebijakan ini dipastikan akan mendorong riset dan pengembangan chip dalam negeri dan memperkuat posisi China sebagai kekuatan utama di bidang teknologi masa depan.
Kebijakan ini menandai langkah strategis China untuk menguasai teknologi inti dan mengurangi dampak tekanan geopolitik dari Amerika Serikat. Namun, pelaksanaan wajib penggunaan chip domestik bisa memperlambat adopsi teknologi terbaru jika masih ada kesenjangan kualitas antara chip lokal dan asing.