Bitcoin TembRp 2.07 miliar (us $124000) , Apakah Bisa Sampai Rp 2.50 miliar ($150000) Tahun Ini?
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Agt 2025
249 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Adopsi institusional Bitcoin terus meningkat, yang dapat mendorong harga lebih tinggi.
Kebijakan suku bunga Federal Reserve dan inflasi adalah faktor kunci yang mempengaruhi pasar Bitcoin.
Pasar prediksi menunjukkan adanya kemungkinan signifikan untuk Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi, tetapi ada risiko jika inflasi meningkat.
Bitcoin baru-baru ini mencetak rekor harga tertinggi di angka Rp 2.07 miliar ($124000) , dengan kenaikan hampir 30% sejak awal tahun. Kenaikan ini didukung oleh sentimen pasar yang positif dan semakin banyaknya adopsi institusional terhadap aset kripto tersebut.
Salah satu faktor pendorong utama adalah keputusan dari White House yang membuka kemungkinan memasukkan Bitcoin ke dalam rencana pensiun 401(k). Hal ini memungkinkan aliran modal baru yang besar ke pasar Bitcoin.
Selain itu, investasi institusional dalam bentuk pembelian langsung dan aliran dana ke spot Bitcoin ETFs terus meningkat, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor besar terhadap potensi Bitcoin.
Namun, prediksi pasar melalui Kalshi menunjukkan bahwa peluang Bitcoin mencapai Rp 2.50 miliar ($150000) tahun ini sekitar 37%, lebih kecil dibandingkan prediksi awal pada awal tahun. Ini disebabkan risiko tekanan inflasi yang dapat menghambat rencana pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Meskipun ada peluang signifikan untuk pertumbuhan, investor harus tetap mewaspadai volatilitas tinggi dan keterkaitan Bitcoin dengan kondisi makroekonomi global yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis Ahli
Dominic Basulto
Bitcoin menunjukkan korelasi yang meningkat dengan saham teknologi, sehingga berpotensi lebih terpengaruh oleh kondisi makroekonomi daripada sebelumnya.