Kepala NASA Interim Bertemu Pemimpin Roscosmos Untuk Bahas Masa Depan ISS
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
30 Jul 2025
264 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
NASA dan Roscosmos tetap berkomitmen untuk kerjasama luar angkasa meskipun ada ketegangan politik.
Pertemuan Sean Duffy dengan Dmitry Bakanov menjadi langkah penting untuk melanjutkan dialog di bidang luar angkasa.
ISS berperan sebagai simbol kerjasama internasional dalam eksplorasi luar angkasa.
Setelah konflik politik yang panjang antara Amerika Serikat dan Rusia, terutama yang terkait dengan perang di Ukraina, kedua negara masih berkomitmen menjaga kerja sama dalam program luar angkasa. Sean Duffy, kepala interim NASA yang baru diangkat, akan mengadakan pertemuan langsung dengan Dmitry Bakanov, pemimpin Roscosmos, untuk pertama kalinya sejak 2018.
Pertemuan ini penting karena menunjukkan usaha bersama untuk melanjutkan proyek Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang sudah berjalan selama bertahun-tahun. Meskipun ada perbedaan pendapat yang tajam tentang isu Ukraina, kerja sama di ISS tetap menjadi titik temu bagi kedua negara.
Agenda utama pertemuan mencakup pembahasan kelanjutan program cross-flight antara astronot Amerika dan Rusia, perpanjangan usia operasional ISS, serta pembentukan strategi aman untuk membuang ISS secara terkontrol ke lautan ketika masa operasinya berakhir.
Sean Duffy juga akan menghadiri peluncuran misi SpaceX Crew-11 di Cape Canaveral. Ini menjadi simbol bahwa eksplorasi luar angkasa tetap menjadi salah satu bidang kerja sama ruang angkasa yang paling solid, bahkan saat hubungan politik luas sedang memburuk.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga jalur dialog dan kolaborasi ilmiah di luar angkasa tetap terbuka. Ini penting agar masa depan eksplorasi dan operasional di Stasiun Luar Angkasa Internasional dapat terus berjalan dengan aman dan lancar.
Analisis Ahli
Dr. Ir. Budi Santoso, Pakar Teknologi Antariksa ITB
Kerja sama NASA dan Roscosmos yang dipertahankan merupakan contoh konkret bahwa sains dan teknologi luar angkasa adalah arena netral yang mampu mendorong kolaborasi meskipun ada gesekan politik. Namun, ke depan, kapasitas dan komitmen politik kedua negara akan menjadi faktor penentu kelangsungan program ISS dan eksplorasi baru.

