Kerjasama Rusia-AS Berlanjut di ISS Meski Ada Ketegangan Politik
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
08 Apr 2025
226 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran pesawat luar angkasa Soyuz 2.1a membawa Jonathan Kim dan dua kosmonot Rusia ke ISS.
Kerjasama antara Rusia dan AS dalam bidang luar angkasa tetap berlanjut meskipun ada ketegangan politik.
Jonathan Kim akan melakukan berbagai penelitian ilmiah selama tinggal di ISS selama delapan bulan.
Pada tanggal 8 April, sebuah pesawat luar angkasa Rusia berhasil mengantarkan astronaut Amerika, Jonathan Kim, dan dua kosmonot Rusia, Sergei Ryzhikov dan Alexei Zubritsky, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Peluncuran ini dilakukan dengan roket Soyuz 2.1a dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dan berhasil melakukan docking dengan ISS setelah tiga jam. Kini, ISS memiliki 10 orang di dalamnya, termasuk empat astronaut NASA, lima kosmonot Rusia, dan satu astronaut Jepang, Takuya Onishi. Selama delapan bulan di ISS, Kim akan melakukan berbagai penelitian ilmiah.
Kirill Dmitriev, utusan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyatakan bahwa peluncuran ini menunjukkan kerjasama yang baik antara Rusia dan Amerika Serikat di bidang luar angkasa, meskipun ada ketegangan politik antara kedua negara. Meskipun Rusia berencana untuk membangun stasiun luar angkasa sendiri di masa depan, kerjasama di bidang luar angkasa tetap berlanjut, termasuk kemungkinan investasi bersama di proyek-proyek lain.
Analisis Ahli
Brian Weeden
Kerjasama di ISS adalah bukti bahwa ruang angkasa bisa menjadi ruang netral bagi kerja sama internasional, tapi ketegangan politik tetap bisa mengancam kesinambungan proyeknya.Jessica West
Misi ini menggarisbawahi betapa pentingnya hubungan politik internasional dalam membentuk masa depan eksplorasi ruang angkasa, dengan Rusia mulai mengembangkan strateginya sendiri.Scott Pace
Meski ISS memperlihatkan model kerjasama yang berhasil, masa depan eksplorasi ruang angkasa akan lebih didominasi oleh aliansi baru dan kepentingan nasional.


