Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Kembangkan Alat Pemotong Kabel Bawah Laut Canggih, Ancaman Baru Jaringan Global

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (7mo ago) cyber-security (7mo ago)
16 Agt 2025
270 dibaca
1 menit
China Kembangkan Alat Pemotong Kabel Bawah Laut Canggih, Ancaman Baru Jaringan Global

Rangkuman 15 Detik

China mengembangkan alat pemotong kabel bawah laut yang canggih yang dapat berfungsi dalam misi militer.
Alat ini dapat menargetkan kabel bawah laut yang sangat penting untuk infrastruktur komunikasi global.
Posisi strategis Guam menjadikannya titik rawan yang penting bagi pemotongan kabel yang dapat mengganggu komunikasi internasional.
China kini mengembangkan alat pemotong kabel bawah laut yang dapat memotong kabel setebal baja di kedalaman hingga 4.000 meter. Kabel bawah laut ini sangat penting karena 95% transmisi data dunia mengandalkannya, termasuk komunikasi dan infrastruktur energi. Alat ini menggunakan roda gerinda berlapis berlian yang berputar sangat cepat dan dirancang supaya bisa dipasang pada kapal selam berawak maupun tak berawak milik China, seperti seri Fendouzhe dan Haidou. Keunggulan alat ini bisa melumpuhkan jaringan dengan memotong kabel secara cepat dan presisi. Walaupun alat ini diklaim awalnya untuk eksplorasi dan penyelamatan warga di laut serta penambangan bawah laut, pengembangan teknologi ini menimbulkan kekhawatiran banyak negara karena potensinya untuk digunakan sebagai senjata yang mengganggu komunikasi global. Kabel bawah laut di lokasi strategis seperti Guam bisa menjadi target, yang akan menimbulkan dampak besar terhadap keamanan komunikasi dan militer, terutama bagi Amerika Serikat yang menjadikan wilayah tersebut bagian dari strategi pertahanan utamanya. Seiring China memperluas armada kapal selam dan kemampuan teknologi bawah lautnya, alat ini menandai tonggak penting dalam ambisi militer dan ekonomi maritim China, yang dapat mempengaruhi stabilitas geopolitik dan keamanan dunia ke depan.

Analisis Ahli

Michael S. Chase (Ahli Militer AS dan Studi Asia Timur)
Pengembangan teknologi pemotong kabel menunjukkan bahwa China serius dalam membangun kemampuan asimetri untuk menghadapi kekuatan besar seperti Amerika Serikat, dan ini merupakan sinyal jelas bahwa konflik bawah laut akan menjadi salah satu medan utama persaingan masa depan.