Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Starlink Mulai Kenakan Biaya Rp 83.50 ribu ($5) per Bulan untuk Fitur 'Pause', Pelanggan Kecewa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
TheVerge TheVerge
14 Agt 2025
120 dibaca
2 menit
Starlink Mulai Kenakan Biaya Rp 83.50 ribu ($5) per Bulan untuk Fitur 'Pause', Pelanggan Kecewa

Rangkuman 15 Detik

Starlink kini mengenakan biaya untuk fitur yang sebelumnya gratis, menyebabkan kekecewaan di kalangan pengguna.
Pengguna memiliki opsi untuk membatalkan langganan tanpa biaya, meskipun ada risiko tidak bisa mengaktifkannya kembali.
Adanya persaingan potensial dari layanan internet Kuiper dapat memengaruhi posisi Starlink di pasar.
Starlink kini mengenakan biaya Rp 83.50 ribu ($5) per bulan untuk fitur Standby Mode yang menggantikan fitur 'pause' gratis sebelumnya. Fitur baru ini memberikan akses internet dengan kecepatan rendah sekitar 0,5 Mbps, sangat berbeda dengan kecepatan normal yang biasanya mencapai lebih dari 100 Mbps. Perubahan ini berdampak besar pada pelanggan yang menggunakan Starlink Mini dengan konsep 'pay as you go', terutama bagi mereka yang menggunakan layanan ini untuk perjalanan atau aktivitas sementara. Biaya tambahan ini dianggap tidak adil karena pelanggan harus tetap membayar meskipun tidak menggunakan layanan secara penuh. Selain kenaikan biaya, proses pembatalan langganan juga dirasa menyulitkan karena pelanggan harus mengunjungi situs web dan melewati beberapa proses, sedangkan fitur Standby Mode bisa diaktifkan dan dinonaktifkan dengan mudah lewat aplikasi. Pesan dari SpaceX menyebutkan bahwa pelanggan yang membatalkan layanan mungkin tidak bisa mengaktifkan kembali jika kapasitas di daerah mereka sudah penuh, yang membuat pengguna semakin ragu untuk membatalkan langganan mereka meski sedang tidak membutuhkan layanan. Situasi ini membuka harapan pelanggan agar layanan internet satelit alternatif seperti Amazon Kuiper mampu bersaing dengan menawarkan harga lebih murah dan kebijakan yang lebih fleksibel, sehingga menjadi pilihan baru untuk mengakses internet di daerah yang sulit dijangkau.

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya (Pengamat Teknologi Telekomunikasi)
Tindakan SpaceX yang mengubah fitur gratis menjadi berbayar bisa jadi strategi untuk meningkatkan pendapatan, tapi berisiko mengurangi loyalitas pelanggan terutama segmen pengguna dengan kebutuhan akses internet episodik.
Lina Rahmawati (Analis Pasar Teknologi)
Perubahan kebijakan layanan yang tidak transparan sering menciptakan keresahan konsumennya, dan bisa memicu mereka untuk mencari opsi alternatif yang lebih fleksibel dan ekonomis.