Perplexity AI Tawar Rp 576.15 triliun (US$34,5 Miliar) untuk Beli Google Chrome, Saingi Raksasa Teknologi
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
13 Agt 2025
212 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perplexity AI berambisi untuk mengakuisisi Google Chrome untuk memperluas jangkauan layanan mesin pencari berbasis AI.
Ada ketertarikan dari beberapa perusahaan besar untuk membeli Google Chrome di tengah regulasi yang mengancam dominasi Google.
Perplexity telah mengumpulkan dana signifikan dari investor besar seperti Nvidia dan SoftBank untuk mendukung rencana ekspansinya.
Perplexity AI, sebuah startup yang baru berdiri pada tahun 2022, membuat kejutan besar dengan mengajukan tawaran sebesar Rp 576.15 triliun (US$34,5 miliar) untuk membeli Google Chrome. Tawaran ini jauh melebihi nilai valuasi mereka saat ini yang sekitar Rp 300.60 triliun (US$18 miliar) . Langkah ini dilakukan untuk mengakses miliaran pengguna Chrome dan memperkuat posisi mereka di pasar mesin pencari berbasis AI.
Google sendiri belum menawarkan Chrome untuk dijual dan berencana mengajukan banding atas putusan pengadilan AS yang menyatakan Google memegang monopoli ilegal dalam pencarian online. Di tengah upaya tekanan regulasi, beberapa perusahaan lain seperti OpenAI dan Yahoo juga menunjukkan ketertarikan untuk mengambil alih Chrome.
Perplexity memiliki browser berbasis AI bernama Comet, dan dengan membeli Chrome, mereka ingin mengembangkan Comet lebih jauh melalui akses ke pengguna Chrome. Ini akan meningkatkan kemampuan mereka dalam bersaing dengan perusahaan seperti OpenAI yang juga sedang mengembangkan browser AI.
Perplexity telah mengumpulkan dana sekitar Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) dari investor besar seperti Nvidia dan SoftBank, dan mengklaim ada institusi yang bersedia membiayai penuh pembelian ini. Perplexity juga berjanji untuk menjaga kode browser Chrome, berinvestasi Rp 50.10 triliun (US$3 miliar) dalam dua tahun, serta tidak mengubah mesin pencari default Chrome.
Penawaran ini memperlihatkan ambisi Perplexity AI untuk tidak hanya menjadi pesaing di mesin pencari berbasis AI, tapi juga menjadi superapp masa depan yang menguasai akses internet milyaran pengguna, sehingga bisa mengubah peta persaingan teknologi global.
Analisis Ahli
Mary Meeker
Investasi besar ini menandai era baru di mana startup AI tidak hanya fokus pada perangkat lunak, tapi juga infrastruktur kunci seperti browser, yang bisa mengubah cara pengguna mengakses internet.Andrew Ng
Jika Perplexity mampu mengintegrasikan AI secara mendalam ke browser Chrome, ini bisa menjadi model transformasi utama untuk layanan online di masa depan.

