Tawaran Besar Perplexity AI untuk Beli Browser Chrome Google Senilai Rp 576.15 triliun (US$34,5 Miliar)
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
13 Agt 2025
131 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perplexity AI telah mengajukan tawaran besar untuk mengakuisisi browser Chrome dari Google.
Tawaran ini mencerminkan ambisi Perplexity AI untuk bersaing dalam pasar pencarian AI yang semakin ketat.
Google menghadapi tantangan regulasi yang dapat mempengaruhi posisinya di pasar pencarian online.
Perplexity AI, sebuah perusahaan startup yang didirikan oleh Aravind Srinivas, membuat kejutan industri teknologi dengan mengajukan tawaran tak diundang sebesar Rp 576.15 triliun (US$34,5 miliar) untuk membeli browser Chrome milik Alphabet. Tawaran ini merupakan uang tunai penuh dan dianggap rendah namun sangat berani mengingat valuasi Perplexity yang hanya sekitar Rp 233.80 triliun (US$14 miliar) . Tawaran ini untuk pertama kalinya mengusik dominasi Chrome yang selama ini dimiliki Google.
Dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif, membeli Chrome akan memberikan Perplexity sebuah keunggulan besar dalam kompetisi pencarian berbasis AI yang kian sengit. Selain itu, perusahaan ini sebelumnya juga sempat mengajukan tawaran serupa untuk TikTok AS untuk membantu mengatasi masalah regulasi terkait kepemilikan aplikasi tersebut oleh perusahaan Tiongkok. Perplexity ingin memanfaatkan jaring pengguna luas demi mengembangkan teknologi AI yang mereka miliki.
Google, hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan komentar mengenai tawaran tersebut dan belum berencana menjual Chrome. Google juga berencana mengajukan banding atas putusan pengadilan AS tahun lalu yang menyimpulkan bahwa mereka memegang monopoli ilegal di bidang pencarian online. Departemen Kehakiman Amerika Serikat bahkan meminta agar Google melepas kepemilikan browser Chrome sebagai bagian dari solusi hukum yang diusulkan.
Perplexity sendiri adalah perusahaan yang baru berusia tiga tahun dan telah mengumpulkan dana sekitar Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) dari investor besar seperti Nvidia dan SoftBank. Namun, mereka belum mengungkapkan bagaimana rencana pendanaan untuk tawaran sebesar itu yang tentu jauh melebihi kemampuan finansial mereka saat ini. Ini menunjukkan ada faktor risiko yang besar di balik tawaran tak terduga ini.
Persaingan di sektor teknologi pencarian AI semakin tajam dengan keterlibatan beberapa nama besar seperti OpenAI, Yahoo, dan Apollo Global Management. Tawaran Perplexity bisa menjadi titik awal pergeseran besar dalam industri ini jika berhasil, dan juga memunculkan pertanyaan bagaimana kebijakan antimonopoli akan membentuk masa depan teknologi dan pasar browser serta mesin pencarian.
Analisis Ahli
Mary Meeker
Akuisisi browser seperti Chrome akan membuka peluang besar bagi teknologi AI untuk menjangkau pengguna lebih luas, tetapi peraturan antimonopoli akan menjadi hambatan utama.Satya Nadella
Integrasi produk besar oleh startup adalah tanda bahwa inovasi teknologi tetap dinamis, tapi eksekusi dan pendanaan adalah kunci sukses jangka panjang.
