Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Lidar Ungkap Populasi Maya 45% Lebih Banyak dan Terintegrasi

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
10 Agt 2025
272 dibaca
2 menit
Teknologi Lidar Ungkap Populasi Maya 45% Lebih Banyak dan Terintegrasi

AI summary

Penelitian ini memperlihatkan bahwa peradaban Maya lebih terstruktur dan terhubung dari yang diperkirakan sebelumnya.
Teknologi lidar telah membuka peluang baru dalam penelitian arkeologi dengan memetakan area yang sebelumnya tidak terjangkau.
Estimasi populasi Maya pada puncaknya ternyata jauh lebih tinggi, menunjukkan tingkat organisasi sosial yang sangat maju.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Tulane University menemukan bahwa populasi peradaban Maya lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa Maya tidak terdiri dari kota-negara yang terpisah, melainkan merupakan peradaban yang saling terhubung secara sosial dan ekonomis antara daerah perkotaan dan pedesaan.Penelitian dilakukan di hutan tropis Semenanjung Yucatan yang selama 1.000 tahun tidak berpenghuni, dengan menggunakan teknologi lidar. Lidar mengirimkan pulsa laser dari pesawat untuk memetakan permukaan tanah secara tiga dimensi, memungkinkan arkeolog untuk melihat sisa-sisa pemukiman yang tersembunyi di bawah hutan tebal.Dengan menggabungkan data dari berbagai sumber lidar, termasuk data publik dan survei pribadi dari NASA, para peneliti bisa menyusun gambaran yang lebih akurat tentang berapa banyak orang yang tinggal di wilayah Maya selama puncak peradaban mereka di periode Klasik Akhir antara tahun 600 hingga 900 Masehi.Hasil studi mengungkapkan tidak hanya peningkatan jumlah populasi sebesar 45%, tetapi juga pola pemukiman yang sangat terorganisir. Semua pemukiman ditemukan berdekatan dengan pusat plaza besar atau sedang yang dikendalikan oleh elit, terhubung oleh sistem distribusi makanan dan sosial yang rapi, menghilangkan asumsi sebelumnya tentang isolasi desa-desa pedesaan.Penemuan ini menandai kemajuan penting dalam studi arkeologi dan membuka kemungkinan penggunaan data lidar multi-sumber untuk mengkaji wilayah-wilayah lain yang belum terjamah, memberikan gambaran baru tentang sejarah dan peradaban manusia yang jauh lebih kompleks daripada yang selama ini diketahui.

Experts Analysis

Francisco Estrada-Belli
Temuan ini mengkonfirmasi bahwa peradaban Maya sangat padat dan terstruktur dengan cara yang sebelumnya tidak dipahami, menunjukkan kemajuan besar dalam masyarakat mereka di seluruh wilayah Maya Lowlands.
Editorial Note
Studi ini benar-benar merombak paradigma lama tentang peradaban Maya yang sempat dianggap terpecah-pecah menjadi potret sebuah masyarakat yang kompleks dan terintegrasi secara sosial dan ekonomi. Ini menegaskan bahwa inovasi teknologi seperti lidar bukan hanya alat pemetaan, tapi kunci untuk membuka sejarah manusia yang nyaris hilang dalam rimba waktu.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.