Coinbase Gagal Capai Ekspektasi Kuartal Kedua, Siapkan Transformasi Jadi Super App
Finansial
Mata Uang Kripto
09 Agt 2025
116 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Coinbase mengalami penurunan pendapatan meskipun ada peningkatan volume perdagangan tahunan.
Perusahaan berusaha untuk menjadi 'super app' untuk diversifikasi pendapatan dan stabilisasi nilai jangka panjang.
Penurunan volume perdagangan dipicu oleh pengurangan volatilitas pasar meskipun harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi.
Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar, melaporkan pendapatan kuartal kedua yang meningkat 3,3% menjadi Rp 25.05 triliun ($1,5 miliar) , namun masih di bawah prediksi analis Wall Street sebesar Rp 26.55 triliun ($1,59 miliar) . Akibat kinerja yang kurang memuaskan ini, saham Coinbase turun setelah pengumuman dirilis.
Penurunan pendapatan ini terkait dengan penurunan signifikan dalam volume perdagangan bulanan di platform Coinbase, dari Rp 1.49 quadriliun ($89 miliar) pada April menurun menjadi kurang dari Rp 951.90 triliun ($57 miliar) pada Juni. Ini berbeda dari kuartal pertama di mana volume perdagangan tetap di atas Rp 1.67 quadriliun ($100 miliar) .
Menariknya, penurunan volume perdagangan terjadi di tengah harga Bitcoin yang justru mencapai rekor tertinggi pada bulan Mei. Hal ini menunjukkan adanya pemisahan yang tidak biasa antara harga aset dan aktivitas perdagangan pengguna.
Menurut Kaiko Research, model pendapatan Coinbase sangat bergantung pada volatilitas pasar yang memacu volume perdagangan. Karena itu, perusahaan kini berupaya menjadi 'everything exchange' atau super app, dengan tujuan menawarkan layanan yang lebih beragam seperti yang dilakukan aplikasi besar di Asia seperti WeChat dan Alipay.
Transformasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Coinbase pada pendapatan dari transaksi perdagangan yang berisiko fluktuasi tinggi, serta memperluas ekosistem layanan yang akan menstabilkan pendapatan sekaligus meningkatkan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan investor.
Analisis Ahli
Kaiko Research
Menekankan bahwa penurunan volume perdagangan sangat dipengaruhi oleh kurangnya volatilitas pasar meskipun harga Bitcoin naik, dan mendukung langkah Coinbase untuk mendiversifikasi bisnisnya menjadi platform layanan yang lebih luas.