Saham Coinbase Turun Setelah Pendapatan Kuartal Kedua Tidak Sesuai Harapan
Finansial
Mata Uang Kripto
01 Agt 2025
102 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pendapatan Coinbase tidak memenuhi ekspektasi pasar, menyebabkan penurunan saham yang signifikan.
Tokenized equities dan derivatif crypto menjadi fokus baru bagi Coinbase di masa depan.
Kondisi makroekonomi mempengaruhi kinerja cryptocurrency secara keseluruhan.
Saham Coinbase mengalami penurunan tajam sebesar 14% setelah pendapatan kuartal kedua perusahaan hanya mencapai Rp 25.05 triliun ($1,5 miliar) , di bawah ekspektasi Rp 26.55 triliun ($1,59 miliar) dari Wall Street. Penurunan ini menjadi yang terbesar secara intraday sejak April lalu.
Volume perdagangan seluruh aset kripto di platform Coinbase turun hingga 40% karena volatilitas pasar menurun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sendiri naik sekitar 6%, mayoritas aset kripto lain menurun, yang mempengaruhi pendapatan perusahaan.
Kondisi makroekonomi global seperti masalah kebijakan perdagangan dan kekhawatiran akan resesi turut memengaruhi sentimen pasar terhadap aset berisiko, termasuk cryptocurrency, sehingga menimbulkan tekanan terhadap performa Coinbase.
Analis dari Bernstein tetap optimis terhadap masa depan Coinbase dan menyebut kuartal ini sebagai 'quarter that doesn't matter'. Mereka menilai investor sebaiknya fokus pada pengembangan produk derivatif kripto dan visi Coinbase sebagai platform pertukaran menyeluruh (everything exchange).
CEO Coinbase, Brian Armstrong, juga menyoroti fokus perusahaan pada pengembangan tokenized equities yang dapat mempercepat proses perdagangan, memberikan akses 24/7, dan memungkinkan fitur-fitur inovatif seperti future trading berkelanjutan, yang diyakini akan menjadi pesaing kuat di pasar keuangan digital.
Analisis Ahli
Gautam Chhugani
Menganggap kuartal ini tidak terlalu penting dan menekankan pentingnya pengembangan produk seperti crypto derivatives serta visi 'everything exchange' sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang.