Perang Minuman Gratis Memanaskan Persaingan Uber Makanan di Shanghai
Bisnis
Marketing
08 Agt 2025
299 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Persaingan antara Alibaba dan Meituan semakin intensif dengan berbagai promosi.
Pengantar makanan mengalami perubahan signifikan dalam jumlah pesanan akibat promosi.
Promosi seperti minuman gratis dapat sangat mempengaruhi perilaku konsumen.
Dalam beberapa minggu terakhir, persaingan antara dua raksasa layanan pengantaran makanan di Shanghai, Alibaba dan Meituan, semakin sengit. Mereka menawarkan minuman gratis dan diskon besar-besaran untuk menarik konsumen menggunakan platform mereka.
Xie Yu, seorang kurir pengantaran, mengaku menerima pesanan dua kali lebih banyak dari biasanya dalam satu hari saat promosi ini berlangsung. Lonjakan ini terjadi karena banyaknya konsumen yang memanfaatkan penawaran minuman gratis dan voucher diskon.
Alibaba memulai kampanye dengan memberikan voucher harian senilai 18.8 yuan dan kemudian memperbesar tawarannya dengan menawarkan satu juta milk tea gratis setiap hari selama empat hari berturut-turut. Kampanye ini berhasil menarik lebih banyak pesanan melalui platform Taobao mereka.
Sementara itu, Meituan juga intensif dalam mempertahankan pelanggan mereka dengan berbagai penawaran menarik, yang membuat persaingan harga makin sengit dan membuat kondisi kerja kurir semakin menantang akibat lonjakan pesanan.
Persaingan promosi ini menggambarkan strategi agresif kedua perusahaan untuk menarik dan mempertahankan pasar di tengah kondisi persaingan yang tinggi. Namun, hal ini juga menimbulkan tanda tanya mengenai keberlanjutan bisnis serta dampak jangka panjang bagi para pekerja pengantaran.
Analisis Ahli
Zhang Wei (Ekonom Pasar Konsumen)
Persaingan harga seperti ini biasa terjadi dalam industri dengan hambatan masuk rendah dan persaingan ketat. Namun, strategi jangka panjang harus diimbangi dengan model bisnis yang menguntungkan agar tidak terjadi kerugian besar bagi penyedia layanan dan pekerjanya.

