Iran Beralih ke Sistem Navigasi China, Pengaruh Beijing di Timur Tengah Meningkat
Teknologi
Keamanan Siber
08 Agt 2025
49 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Iran berusaha untuk meningkatkan kemandirian teknologinya dengan beralih ke sistem BeiDou.
Kerjasama antara Iran dan China dapat memperkuat pengaruh Beijing di kawasan Timur Tengah.
Pengalaman negatif Iran dengan teknologi Barat telah mendorongnya untuk mencari alternatif yang lebih dapat diandalkan.
Iran berencana untuk beralih menggunakan sistem navigasi satelit BeiDou milik China sebagai bagian dari strategi barunya. Langkah ini muncul setelah Iran mengalami kerugian yang signifikan dalam perang singkat melawan Israel dan Amerika Serikat pada bulan Juni lalu.
Selama konflik tersebut, Iran diketahui sengaja menjamming sinyal GPS musuh untuk mengacaukan drone dan rudal yang sedang menyerang. Tindakan ini menunjukkan pentingnya kontrol atas teknologi navigasi dalam konflik modern.
Iran ingin mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat dan mempertimbangkan alternatif seperti BeiDou. Sistem ini menjadi bagian utama dari kerja sama jangka panjang yang sedang dibicarakan antara Iran dan China.
Ali Akbar Dareini, seorang peneliti di Pusat Studi Strategis Teheran, menyatakan keputusan ini adalah langkah strategis yang tulus dan penting bagi masa depan Iran. Hal ini berdasarkan pengalaman buruk Iran yang mengandalkan teknologi Barat.
Jika rencana ini terealisasi, pengaruh China di wilayah Timur Tengah bisa bertambah kuat karena teknologi BeiDou akan memperkuat posisi China di sektor teknologi tinggi di kawasan tersebut.
Analisis Ahli
Ali Akbar Dareini
Keputusan beralih ke BeiDou merupakan respons logis atas kepercayaan yang hilang pada teknologi Barat, menandakan perubahan signifikan dalam strategi keamanan Iran.

