Peperangan Elektronik Awal Konflik Rusia-Ukraina: Pelajaran Bagi Masa Depan
Teknologi
Keamanan Siber
13 Agt 2025
9 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perang elektronik menjadi faktor penting dalam konflik militer modern.
Sistem navigasi satelit dapat menjadi target strategis dalam perang.
Respons cepat oleh negara-negara Barat menunjukkan kolaborasi dalam menghadapi ancaman militer.
Pada Februari 2022, ketika Rusia memulai invasi ke Ukraina, sistem navigasi satelit di wilayah perang langsung menjadi target utama dalam serangan jamming. Awalnya, serangan ini fokus pada sistem navigasi untuk penggunaan sipil, namun dalam waktu singkat turut menyasar frekuensi militer.
Serangan jamming tersebut berdampak pada seluruh sistem navigasi satelit utama yang digunakan secara global, seperti GPS milik Amerika Serikat, Galileo dari Uni Eropa, Beidou dari China, dan Glonass milik Rusia sendiri. Hal ini menunjukkan betapa rentannya seluruh infrastruktur navigasi teknologi tinggi di medan perang.
Sebagai respons, negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, segera meluncurkan operasi kontra-jamming untuk mengatasi upaya Rusia. Upaya ini jarang mendapat sorotan media, namun sebenarnya menandai babak baru dalam peperangan elektronik antara kekuatan militer besar dunia.
Konflik ini juga menjadi perhatian besar bagi China, terutama karena sistem Beidou mereka ikut terkena dampak. Dalam peperangan elektronik modern, sistem satelit dan kemampuan jamming kini menjadi elemen kunci yang menentukan keberhasilan operasi militer, seperti terlihat dalam pertempuran udara antara India dan Pakistan baru-baru ini.
Secara keseluruhan, pengalaman di Ukraina membuka wawasan baru tentang pentingnya memperkuat sistem navigasi dan peperangan elektronik, yang diyakini akan menentukan dinamika konflik militer masa depan dan keamanan siber global.
Analisis Ahli
John Bumgarner, ahli perang elektronik angkatan udara AS
Konflik di Ukraina menunjukkan bahwa menguasai spektrum elektromagnetik sama pentingnya dengan menguasai medan tempur fisik, dan kita harus memperkuat kemampuan ofensif serta defensif di ranah ini.Li Wei, peneliti pertahanan China
Gangguan pada Beidou di tengah konflik mengindikasikan perlunya sistem navigasi lebih tahan jamming dan paduan integrasi dengan teknologi peperangan elektronik untuk menjaga superioritas militer.

