AI summary
HD Hyundai menjadi yang pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi New Technology Qualification untuk sistem propulsi listrik. Sistem propulsi yang dikembangkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi karbon di industri maritim. Kolaborasi antara berbagai organisasi dalam industri maritim sangat penting untuk mencapai tujuan dekarbonisasi dan keselamatan. HD Hyundai, konglomerat besar dari Korea Selatan yang bergerak di bidang pelayaran, lepas pantai, dan konstruksi, berhasil mendapatkan sertifikasi penting dari American Bureau of Shipping untuk teknologi propulsi listrik terbaru mereka. Sertifikasi ini merupakan yang pertama di dunia untuk sistem baru yang menggunakan medium-voltage direct current (MVDC) dalam kapal.Teknologi yang diberi nama Breakerless-MVDC Power System ini adalah pengembangan dari sistem modular propulsi yang dimiliki HD Hyundai. Sistem ini mampu mengoptimalkan distribusi energi dan mengurangi kehilangan energi, sehingga meningkatkan efisiensi operasi kapal secara keseluruhan.Kerja sama antara HD Hyundai dan ABS dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Mei 2024, yang bertujuan menilai kelayakan teknis teknologi MVDC tersebut dan mengembangkan standar keselamatan serta regulasi yang tepat untuk penggunaannya.Para pemimpin dari kedua perusahaan menekankan bahwa teknologi ini sangat penting untuk mendukung target pengurangan emisi karbon di industri pelayaran global, terutama menjelang target net zero pada tahun 2050. Selain itu, HD Korea Shipbuilding and Offshore Engineering menargetkan untuk memimpin komersialisasi kapal listrik tanpa emisi karbon.Langkah ke depan dari proyek ini termasuk pengembangan standar untuk sistem MVDC bertegangan tinggi serta penetapan anotasi baru dari ABS untuk mengatur penggunaan teknologi ini secara luas di kapal besar baik komersial maupun militer.
Teknologi MVDC dari HD Hyundai ini merupakan loncatan besar yang akan merombak paradigma industri pelayaran yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi titik awal dominasi Korea Selatan dalam pasar kapal listrik dan hijau global, sekaligus mempercepat penurunan jejak karbon sektor maritim.