NextEra Energy Upayakan Restart Pembangkit Nuklir Duane Arnold yang Ditutup
Sains
Iklim dan Lingkungan
07 Agt 2025
74 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
NextEra Energy mengubah strategi untuk menghidupkan kembali Duane Arnold Energy Center.
Pengoperasian kembali pembangkit nuklir dianggap penting dalam transisi menuju energi karbon netral.
Upaya serupa juga dilakukan di lokasi lain di AS, menunjukkan minat yang meningkat pada aset nuklir yang ditutup.
Duane Arnold Energy Center, sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat, ditutup pada tahun 2020 setelah beroperasi selama lebih dari 45 tahun. Penutupan ini disebabkan oleh perubahan dalam kontrak pembelian energi dan persaingan harga dengan sumber energi yang lebih murah.
Setelah penutupan, NextEra Energy, perusahaan yang memiliki pabrik ini, berencana mengembangkan proyek tenaga surya di lokasi tersebut. Namun belakangan, perusahaan mengubah rencananya dan ingin memulai kembali operasi pembangkit nuklir di lokasi itu.
Untuk itu, NextEra mengajukan permintaan ke Federal Energy Regulatory Commission (FERC) agar hak interkoneksi jaringan listrik yang sebelumnya dipindahkan ke proyek tenaga surya dapat dikembalikan ke pembangkit nuklir ini.
Pabrik ini belum sepenuhnya dibongkar dan saat ini berada dalam kondisi aman dalam proses yang disebut SAFSTOR, yang memungkinkan fasilitas nuklir tetap dipertahankan untuk dipakai kembali suatu hari nanti setelah evaluasi teknis dilakukan.
Upaya menghidupkan kembali pembangkit nuklir seperti Duane Arnold merupakan bagian dari tren nasional di Amerika Serikat untuk memanfaatkan kembali aset nuklir yang sudah ada demi mendukung target energi bebas karbon dan menyediakan sumber energi stabil di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Michael Shellenberger
Revitalisasi pembangkit nuklir yang sudah ada seperti Duane Arnold bisa mempercepat transisi energi bersih dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah teruji dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Jane Long
Pendekatan ini penting karena energi nuklir memberikan pasokan energi yang stabil dan rendah karbon, terutama ketika energi terbarukan seperti surya dan angin masih menghadapi masalah intermitensi.

