DeepSeek Perbarui Model AI R1, Tantang Industri dengan Biaya Efisien dan Potensi Baru
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Mei 2025
42 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
DeepSeek berhasil mengembangkan model AI yang mengungguli pesaing Barat.
Peluncuran R1 berkontribusi pada perubahan cara investasi dalam teknologi AI.
Liang Wenfeng menjadi simbol dari kemampuan Cina untuk bersaing di arena teknologi global.
DeepSeek, sebuah startup AI dari Hangzhou, Tiongkok, baru-baru ini mengumumkan pembaruan kecil untuk model AI unggulannya yang bernama R1. Model ini menarik perhatian dunia sejak awal tahun karena kemampuannya yang lebih baik dibandingkan model buatan barat, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Keberhasilan DeepSeek itu memicu perusahaan besar asal Tiongkok seperti Alibaba dan Zhipu AI untuk ikut serta merilis model AI baru mereka sendiri, membawa gelombang persaingan yang ketat di pasar teknologi kecerdasan buatan.
Meskipun antusiasme tinggi di pasar, investor mulai merasa lelah karena kecepatan perilisannya yang sangat cepat dan model yang terus diperbarui tanpa ada terobosan baru yang signifikan. Banyak dari mereka kini lebih tertarik pada aplikasi AI yang nyata dan membawa dampak langsung pada operasional bisnis.
Keberhasilan DeepSeek juga mengangkat nama pendirinya, Liang Wenfeng, yang diakui sebagai simbol kejayaan teknologi Tiongkok. Bahkan, Presiden Xi Jinping mengundang Liang ke pertemuan penting bersama tokoh-tokoh besar seperti Jack Ma dan Pony Ma.
Pengaruh rilis model R1 sempat mengguncang pasar chip AI, membuat saham Nvidia turun tajam sebelum akhirnya pulih kembali. Hal ini menunjukkan pentingnya model efisien dari DeepSeek dalam memengaruhi dinamika pasar teknologi global.