Analis Beri Rekomendasi Hold pada Saham Circle Jelang Laporan Keuangan Q2 2025
Finansial
Mata Uang Kripto
05 Agt 2025
182 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Circle memiliki profil risiko/imbalan yang seimbang meskipun ada potensi untuk pertumbuhan.
USDC memiliki pangsa pasar sekitar 24% di pasar stablecoin yang bernilai hampir $268 miliar.
Regulasi dan kebijakan suku bunga dapat mempengaruhi kinerja saham Circle di masa depan.
Circle Internet Group, perusahaan di balik stablecoin USDC yang nilainya dipatok 1:1 dengan dolar AS, baru-baru ini dianalisis oleh David Koning, seorang analis veteran dari Baird. Koning memberikan rekomendasi Hold dengan target harga saham Rp 3.51 triliun ($210 m) enjelang laporan keuangan kuartal kedua tahun 2025.
Stablecoin seperti USDC dirancang untuk menjaga kestabilan harga, berbeda dengan kripto volatil seperti Bitcoin. Hal ini membuat USDC menjadi pemain penting di pasar stablecoin yang nilainya hampir mencapai Rp 4.48 quadriliun ($268 miliar) dengan USDC menguasai 24% dari pasar tersebut.
Proyeksi pendapatan Circle untuk tahun ini diperkirakan sekitar Rp 10.69 juta ($640) hingga Rp 10.86 triliun ($650 juta) , yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Meskipun pendapatan stabil, tidak ada indikasi perusahaan akan melesat melebihi target yang sudah diperkirakan.
Regulasi menjadi tantangan utama bagi Circle dan perusahaan kripto lainnya. Meski Presiden Donald Trump telah menandatangani GENIUS Act yang mengatur stablecoin, ketidakpastian regulasi dan kebijakan suku bunga dunia masih menjadi perhatian besar para analis dan investor.
Saham Circle yang melantai di bursa pada awal Juni sempat mengalami kenaikan, namun kemudian mengalami tekanan harga yang membuat sahamnya turun, mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap prospek jangka pendek perusahaan.
Analisis Ahli
David Koning
Memberikan rekomendasi Hold dengan alasan bahwa Circle memiliki profil risiko dan imbal hasil yang seimbang serta proyeksi pendapatan tidak melebihi ekspektasi pasar.