BSM Luncurkan Simulator Bunkering Metanol untuk Pelatihan Aman di Kochi
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
05 Agt 2025
240 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Simulator bunkering metanol di Kochi adalah langkah penting dalam pelatihan pelaut untuk bahan bakar alternatif.
BSM berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan melalui pelatihan yang berkualitas.
Permintaan untuk kapal berbahan bakar metanol diperkirakan akan meningkat, mendorong industri untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) bekerja sama dengan Wartsila membuka simulator bunkering metanol di Maritime Training Centre mereka di Kochi, India. Simulator ini dirancang untuk melatih awak kapal dalam menangani bahan bakar metanol dengan aman serta memberikan pengalaman praktik dalam pengoperasian sistem bahan bakar baru.
Simulator Wartsila TechSim 5000 menampilkan fitur lengkap mulai dari dua stasiun bunkering, monitoring real-time, sistem nitrogen, hingga visualisasi 3D dan sistem emergency shutdown. Pelatihan ini bertujuan mengurangi risiko dan meningkatkan ketelitian dalam proses bunkering metanol.
BSM berencana menambah modul simulator bunkering ammonia pada awal 2026 untuk menambah cakupan pelatihan bahan bakar alternatif yang esensial bagi dekarbonisasi armada kapal. Selain Kochi, akan ada dua simulator metanol lagi yang dibangun di Polandia dan Filipina.
Untuk mendukung pelatihan ini, BSM juga melatih para pengajar mereka melalui program Train-the-Trainer yang diselenggarakan oleh IMO dan World Maritime University, memastikan standar kompetensi sesuai IGF Code untuk bahan bakar alternatif.
BSM menegaskan bahwa investasi dalam teknologi pelatihan ini bukan hanya soal teknologi semata, tapi komitmen terhadap kompetensi dan keselamatan awak kapal. Inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan industri pelayaran global menuju energi bersih, memperkuat kesiapan staf dan armada dalam transisi bahan bakar.
Analisis Ahli
Dr. Lars Jensen
Pemanfaatan simulator untuk bahan bakar alternatif sangat penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan baru di sektor pelayaran, mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar berbahaya.Prof. Maria Fernández
Pelatihan intensif dan modern menjadi fondasi utama dalam keberhasilan transisi pelayaran menuju bahan bakar rendah karbon, sehingga investasi dalam teknologi simulasi ini harus didukung oleh kebijakan global yang jelas dan terarah.
