Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Kesalahan AI Medis: Ketika 'Basilar Ganglia' Jadi Bumerang Diagnosa

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
04 Agt 2025
74 dibaca
1 menit
Bahaya Kesalahan AI Medis: Ketika 'Basilar Ganglia' Jadi Bumerang Diagnosa

AI summary

Kesalahan dalam AI kesehatan dapat berakibat fatal dalam diagnosis medis.
Pentingnya pengawasan manusia dalam penggunaan teknologi AI di bidang medis.
Akurasi dan keandalan model AI harus dipertahankan agar dapat digunakan dengan aman dalam praktik klinis.
Google memperkenalkan Med-Gemini, sebuah model AI kesehatan canggih yang bisa membantu dalam membaca data medis, termasuk hasil radiologi. Model ini dirancang untuk menunjang dokter dengan menemukan abnormalitas yang mungkin terlewatkan.Namun, Med-Gemini menghasilkan kesalahan dalam laporan yang menyebut adanya masalah di 'basilar ganglia', sebuah istilah yang salah dan tidak ada dalam anatomi otak. Istilah yang benar adalah 'basal ganglia' yang berperan dalam kontrol motor dan fungsi otak lainnya.Kesalahan ini menjadi sorotan saat seorang neurologis bernama Bryan Moore mengingatkan Google, tetapi perusahaan tersebut hanya mengubah blog tanpa transparansi dan membiarkan dokumen penelitian tetap berisi kesalahan tersebut.Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kesalahan kecil seperti ini sangat berbahaya karena AI sangat dipercaya dan kesalahan bisa menyebar tanpa diketahui, memperlihatkan risiko otomatisasi dan tingginya kebutuhan validasi manusia di setiap langkah.Meskipun AI kesehatan menjanjikan kemajuan besar, para profesional menekankan bahwa model AI harus dikembangkan dengan standar ketat, serta didukung sistem deteksi kesalahan real-time agar dapat digunakan secara aman dalam praktik medis.

Experts Analysis

Maulin Shah
Kesalahan dua huruf ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kesalahan diagnosis yang serius dan ada risiko bahwa kesalahan ini terus dipropagasi di catatan medis.
Bryan Moore
Kesalahan tersebut adalah contoh nyata bahwa AI sering membuat kesalahan serius yang bisa terlewat oleh perusahaan besar tanpa transparansi yang memadai.
Judy Gichoya
AI cenderung melakukan hallucinations dan tidak pernah mengatakan 'saya tidak tahu', sehingga membuatnya kurang dapat diandalkan dalam setting klinis yang membutuhkan keakuratan tinggi.
Jonathan Chen
Penggunaan AI dalam bidang kesehatan masih pada tahap awal dan kurang matang, sehingga penerapan yang terburu-buru bisa sangat berbahaya karena risiko yang menyertainya.
Michael Pencina
Kesalahan ini lebih cenderung merupakan hallucination bukan typo, dan konsekuensi kesalahan AI harus dipertimbangkan dalam konteks tingkat risiko aplikasi.
Editorial Note
Meski AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi di bidang medis, kesalahan dasar seperti salah istilah anatomi menunjukkan teknologi ini belum siap diandalkan sepenuhnya. Kebutuhan akan pengawasan manusia dan validasi klinis yang ketat tidak bisa diabaikan agar keselamatan pasien tetap prioritas utama.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.