Samsung dan Apple Bersaing Ketat di Pasar AS, Lipat Jadi Kunci Samsung
Teknologi
Gadgets dan Wearable
17 Agt 2025
93 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Samsung telah berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di AS melalui inovasi ponsel lipat.
Apple tetap memimpin di pasar smartphone, tetapi menghadapi tekanan dari kompetitor yang semakin inovatif.
Strategi peluncuran produk yang tepat waktu dan diferensiasi menjadi kunci keberhasilan Samsung dalam kompetisi global.
Persaingan antara Samsung dan Apple di pasar ponsel pintar Amerika Serikat semakin memanas, terutama setelah peluncuran produk ponsel lipat terbaru Samsung. Samsung berhasil meningkatkan pangsa pasar mereka dari 23% menjadi 31%, sementara Apple mengalami penurunan dari 56% menjadi 49% pada kuartal kedua tahun 2025.
Sukses besar Samsung didukung oleh peluncuran Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 yang mendapat respon positif dari konsumen. Pra-pesanan Galaxy Z Fold 7 naik 25% dibanding model sebelumnya dan penjualannya berlangsung 50% lebih cepat. Video viral tentang ketahanan ponsel lipat ini juga memperkuat popularitasnya.
Analisis media sosial menemukan bahwa produk-produk Samsung, khususnya ponsel lipat, banyak dibicarakan dengan sentimen netral hingga positif mencapai 83%. Ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi Samsung yang semakin meningkat di pasar AS.
Di sisi lain, Apple masih menjadi pemimpin pasar ponsel pintar di AS dengan strategi konservatif. Mereka belum meluncurkan iPhone lipat dan diperkirakan baru akan melakukannya pada 2026. Apple juga sedang menyiapkan iPhone dengan desain lebih ramping yang akan bersaing dengan produk Samsung Galaxy Edge.
Persaingan yang semakin ketat ini menandai babak baru dalam dunia smartphone global, dengan Samsung memimpin inovasi di ponsel lipat dan Apple yang diharapkan akan mengejar dengan teknologi matang. Konsumen pun mulai lebih terbuka terhadap produk format baru seperti ponsel lipat.
Analisis Ahli
John Donovan
Apple jelas bertaruh bahwa model Air 5.5mm-nya akan meningkatkan kekayaannya karena pengujian menunjukkan keinginan kuat untuk faktor bentuk baru.


