Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Wearable Pemantau Luka Yang Ramah Lingkungan Dan Efektif Cegah Infeksi

Teknologi
Gadgets dan Wearable
News Publisher
02 Agt 2025
1108 dibaca
2 menit
Inovasi Wearable Pemantau Luka Yang Ramah Lingkungan Dan Efektif Cegah Infeksi

TLDR

Perangkat wearable dapat memantau penyembuhan luka tanpa mengganggu luka itu sendiri.
Inovasi ini menggunakan bahan yang dapat digunakan kembali, membuatnya lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan hasil perawatan kesehatan dan mengurangi biaya.
Tim peneliti dari RMIT University di Australia mengembangkan perangkat wearable yang dapat memantau proses penyembuhan luka secara terus-menerus dan jarak jauh menggunakan teknologi Bluetooth. Inovasi ini dirancang agar bisa mengurangi frekuensi pergantian perban yang sering kali menimbulkan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan luka.Perangkat ini dilengkapi dengan sensor canggih yang mampu mengukur indikator utama seperti suhu, pH, dan tingkat peradangan pada luka. Ini membantu dokter dan tenaga medis untuk mendeteksi kemungkinan infeksi serta memantau tahapan penyembuhan dengan lebih nyaman dan tanpa mengganggu pasien.Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah kemampuannya yang fleksibel dan mengikuti bentuk tubuh, seperti lengan, sehingga nyaman dipakai dan tidak mengganggu aktivitas pasien. Selain itu, perangkat ini menggunakan bahan yang aman bagi tubuh dan dapat digunakan kembali, menjadikannya solusi yang berkelanjutan dan hemat biaya.Biaya produksi perangkat ini juga sangat terjangkau ketika diproduksi dalam skala besar, diperkirakan kurang dari 5 dolar per unit. Hal ini membuka peluang besar agar teknologi ini bisa diakses oleh berbagai sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk negara berkembang yang membutuhkan solusi perawatan luka yang efisien dan ekonomis.Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa perangkat ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan cara pemantauan luka kronis, yang saat ini menjadi masalah kesehatan besar dengan biaya perawatan mencapai miliaran dolar di Australia. Tim peneliti siap menjalin kerja sama dengan mitra industri untuk melanjutkan pengembangan hingga tahap uji klinis.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.