Perekat Baru Ramah Kulit untuk Perangkat Kesehatan Wearable yang Lebih Nyaman
Teknologi
Gadgets dan Wearable
16 Jul 2025
176 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Adhesif baru dapat mengurangi iritasi kulit bagi pengguna perangkat wearable kesehatan.
Keringat dapat meningkatkan daya rekat dari adhesif kompleks polielektrolit.
Penelitian ini berpotensi memberikan solusi bagi pasien dengan kondisi medis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan.
Perangkat wearable seperti pengukur gula darah dan monitor detak jantung sangat membantu memantau kesehatan secara real time. Namun, pengguna sering mengalami masalah kulit seperti gatal dan iritasi akibat bahan perekat yang digunakan pada perangkat tersebut.
Tim peneliti dari Texas A&M University berhasil menciptakan perekat baru berbasis polielektrolit kompleks (PEC), yang menggunakan bahan berbasis air dan lebih lembut di kulit dibandingkan perekat tradisional yang berbasis pelarut kimia.
Keistimewaan perekat PEC ini adalah ketika terkena keringat, pelekatnya justru menjadi lebih kuat, berbeda dengan perekat konvensional yang biasanya kehilangan daya rekat apabila terkena kelembapan.
Perekat ini dapat menyamai kekuatan rekat perekat komersial seperti 3M Tegaderm, namun tanpa menimbulkan kemerahan atau ruam kulit yang biasa terjadi pada perekat berbasis akrilat dan metakrilat.
Walaupun penelitian ini masih dalam tahap awal, perekat PEC punya potensi besar untuk dipakai dalam berbagai perangkat medis wearable, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pasien dengan kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung.
Analisis Ahli
Dr. Jaime Grunlan
Kami berhasil menciptakan adhesive yang tidak hanya kuat dan tahan kelembapan, tapi juga ramah kulit, membuka jalan baru dalam teknologi wearable kesehatan.Dr. Balakrishna Haridas
Biokompatibilitas adhesive ini menunjukkan hasil yang sangat positif, menandakan potensi besar dalam penggunaannya pada pasien dengan masalah kulit sensitif.

