Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Kesepakatan Google dengan Windsurf, Karyawan Banyak yang Dirugikan

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
TechCrunch TechCrunch
01 Agt 2025
161 dibaca
2 menit
Kontroversi Kesepakatan Google dengan Windsurf, Karyawan Banyak yang Dirugikan

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan Google dengan Windsurf memberikan keuntungan besar bagi pendiri dan investor tetapi merugikan banyak karyawan.
Karyawan yang dipekerjakan oleh Google sering kali kehilangan hak atas saham mereka dan harus memulai kembali masa vesting.
Setelah kesepakatan dengan Google, Cognition mengambil langkah untuk memastikan semua karyawan Windsurf mendapatkan keuntungan dari akuisisi.
Google membayar Rp 40.08 triliun ($2,4 miliar) untuk menggunakan teknologi dari startup Windsurf dan merekrut CEO serta beberapa karyawan kunci mereka. Namun, kesepakatan ini menimbulkan masalah karena sebagian besar karyawan Windsurf tidak memperoleh keuntungan langsung dari transaksi ini, terutama mereka yang tidak dipekerjakan oleh Google. Kesepakatan tersebut membagi pembayaran Google menjadi dua bagian: setengah untuk investor, setengah lagi untuk paket kompensasi karyawan yang di-rekrut Google. Mayoritas keuntungan besar justru dinikmati oleh para pendiri dan investor, sementara sekitar 250 karyawan lainnya merasa ditinggalkan tanpa uang hasil penjualan saham mereka. Sebagian investor merasa hasil penjualan sudah sangat baik dengan jumlah pengembalian modal sekitar 4 kali lipat. Namun para karyawan yang dipekerjakan Google harus kehilangan hak saham mereka dan memulai kembali proses vesting selama lima tahun, sehingga mereka perlu menunggu lama untuk mendapat manfaat finansial. Setelah kesepakatan Google, sisa perusahaan Windsurf dipimpin oleh manajemen baru dan dijual oleh firma Cognition dengan nilai sekitar Rp 4.17 triliun ($250 juta) . Penjualan ini memungkinkan karyawan yang tidak dipekerjakan Google untuk memperoleh imbalan dari penjualan tersebut, meskipun dengan nilai yang jauh lebih kecil dibanding kesepakatan Google. Keseluruhan proses ini menciptakan kontroversi dan kritik dari tokoh penting seperti Vinod Khosla, yang menilai pendiri startup tidak adil kepada timnya. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi ekosistem startup tentang bagaimana hasil bisnis harus diperlakukan secara adil bagi seluruh anggota tim, bukan hanya investor dan pendiri.

Analisis Ahli

Vinod Khosla
Mengkritik para pendiri Windsurf yang meninggalkan tim mereka tanpa berbagi hasil, dan menyatakan tidak akan bekerja sama lagi dengan pendiri tersebut.